Antara
  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 13, 2019
[ON GOING] Start: 13 Maret 2019 Laki-laki itu hanya bisa diam. Memandangi apa yang menyakitkan perasaannya. Hatinya juga. Menutupi lukanya dengan senyuman. Mencintai sahabatnya dalam diam. Dengan perasaan tidak berbalas. Ia tidak mungkin menghancurkan persahabatan mereka bertiga. Antares, Hera dan Davanda. Menghancurkan persahabatan hanya karena wanita itu sangat memalukan baginya. Dan mungkin Antares hanya bisa diam sekarang. Lebih baik diam. Tapi Hera selalu muncul di pikirannya. Dan untuk sekarang ia harus menahan perasaan dan menerima pahitnya kenyataan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MY ADORABLE NEIGHBOR
  • my story of being rilo's best friend
  • Cool Beauty
  • Felicity [New Version]
  • Antara  [End]
  • Teman Kos Dari Neraka [TAMAT]
  • SEKASA [COMPLETED]
  • Damn! He is mine
  • Leonada

Apa jadinya jika ruang gelap yang dingin dihadapi oleh benda berkilau yang hangat? pasti menakjubkan. Gadis kecil yang awalnya ogah-ogahan pindah rumah sampai tantrum berkali-kali tetapi berubah pikiran dalam waktu beberapa hari. Lira kecil menemukan hal menarik yang membuat dirinya ingin menetap, alasannya Narendra Ezra Putra. Bocah laki-laki sebrang rumahnya yang tidak pandai bersosialisai namun sangat menawan, Lira sampai jatuh hati loh. Beranjak dewasa tidak banyak mengubah sikap Aren, tetapi hubungan dan ikatan mereka tidak bisa disepelekan. Seperti saat di sekolah menengah atas. "Lira Lira!" seorang pria dengan wajah memar dan baju kusut berjongkok dihadapan Lira yang sedang berpangku tangan, dia menatap heran. "Si Narendra itu monster, engga pandai berteman dan sekarang mau jadi preman." Nada adu domba yang pekat. Lira tersenyum lebar, matanya membentuk bulan sabit, "Benarkah?" kepalanya menoleh ke arah pintu kelas, dia menghampiri laki-laki yang berdiri tegak ditengah pintu, lalu "Hebat! Aren mulai berubah perlahan." Matanya berbinar sambil mengusap rambut Aren bangga. Satu kelas ternganga, adegan macam apa ini? Orang adu jotos malah diapresiasi, arena tinju, kah? Lira mungkin lahir dengan segudang dukungan dan cinta kasih di sekelilingnya, dia tidak akan redup hanya karena satu orang meninggalkannya. Namun, Narendra bisa kehilangan cahayanya jika Lira tidak lagi memedulikannya. 22 Januari 2025💐 Cover by pinterest Edit by canva

More details
WpActionLinkContent Guidelines