Muslimah vs Bad Girl

Muslimah vs Bad Girl

  • WpView
    Leituras 1,458
  • WpVote
    Votos 111
  • WpPart
    Capítulos 10
WpMetadataReadConcluída sáb, mai 4, 2019
WpInfo
Ficção
Romance
(tipo bertebaran) Cukup sabar Asma dan teman-temanya menerima ejekan dan hinaan dari seluruh murid sekolahan. Agatha dan teman-temanya yang disebut sebagai preman sekolah/gengster sekolah itu. Ingin selalu menang dalam menahlukan hati Milan agar mencintai Agatha. Tapi Agatha selalu kalah dalam hal itu. ( "Asma dengarkan aku. Di dunia ini hanya kamu yang akan menjadi tempat terakhir bagiku. Aku memilihmu karena diri kamu beda sama yang lain. Kamu bilang ke aku waktu itu. Kamu bilang kamu ingin seseorang datang ke kamu dan bila ' saya ingin menikahimu ' dan juga kamu bilang ingin mendengar orang yang ingin melamar kamu bilang ' saya mencintai kamu karena Allah' " )
Todos os Direitos Reservados
#2
ridha
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai)
  • Safa
  • ASA (Lengkap/TERBIT)
  • ANTARA CINTA DAN TAKDIR
  • Perfect My Husband (end)
  • Muhasabah Cinta
  • My Lecturer Is My Husband?✅
  • Go To Jannah With My Husband [ ON GOING ]
  • MAHABBAH [SELESAI]
  • ADA PELANGI DI UJUNG WAKTU

"Memalukan." ujar Azzam sinis, tatapannya datar. Asya tersentak, senyumnya memudar, ada apalagi dengan suaminya. Kenapa sikapnya selalu berubah. Apa katanya tadi 'memalukan' apa maksudnya. "Ma-maksud mas apa?" tanya Asya bingung. "Jangan pura-pura tidak tahu." sinis Azzam. Asya mengerutkan keningnya. "Asya gak ngerti, maksudnya apa. Asya buat salah lagi?" jawabnya lirih. "Kenapa kamu itu gak bisa sadar diri." ujar Azzam dengan nada dingin. Asya menunduk dalam, "Kalo mas gak bilang Asya juga gak tahu." jawab Asya, suaranya mulai bergetar. Azzam mengusap wajahnya kasar, segera ia beristigfar. Takut syetan menguasai dirinya ketika marah. Dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. "Tadi kamu pulang sama siapa?" tanya Azzam, matanya menyorot tajam. Asya yang melihat itu pun mulai takut. Ia lupa memberi tahu Azzam tentang itu, dan ... darimana Azzam tahu hal ini. Astagfirullah kenapa ia selalu saja ceroboh. "Gak bisa jawab, kan." sindir Azzam. Ia berjalan ke dalam kamar dan menutup pintu dengan keras. Asya segera tersadar dan menyusul langkah Azzam. "Mas Asya bisa jelasin." pekik Asya dari luar kamar, ia menggedor-gedor pintu namun tak digubris oleh Azzam. "Mas Azzam salah paham, Asya bisa jelasin. Itu semua gak kayak yang mas pikirin." ucap Asya dari luar. Hening. "Mas," panggil Asya mulai pasrah. Sepertinya Azzam benar-benar marah, ini semua karena kecerobohannya sendiri. Menyalahkan Fahmi juga bukan pembenaran, karena ia membantunya untuk menjalankan amanah. Cover by Nurhanifah

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo