Vania

Vania

  • WpView
    Reads 11,485
  • WpVote
    Votes 558
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 11, 2020
"Aduhh ini soal kenapa makin susah aja ya" ucap vania sambil menggaruk kepalanya dan mengigit pulpen. Rayhan melihat itu pun sangat gemas dan ingin mencubit pipi gadis itu. "Kenapa van, yang mana yang susah" ucap rayhan sambil melihat buku di depan vania "Yang ini kak" Rayhan pun mengajarkan vania, akan tetapi vania tidak memperhatikan sama sekali, ia justru melihat wajah rayhan dengan lekat. Astaga ternyata bener ya kak ray ganteng amat, kenapa nih jantung cenat cenut ya kek lagu smash -batin vania "Nih udah ngerti belom? " ucap rayhan sambil menyerahkan buku tersebut. "Ha..iy.. Iya apa kak? " "Kok lo malah bengong? Emang lo mikirin apa dari tadi? " "Mikiran kakak" ucap vania keceplosan
All Rights Reserved
#139
vania
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Allya Theo Perjodohan? [On Going♡]
  • JATUH GAK CUMAN SEKALI
  • VANIA AND BOYS LOVE NOVEL!
  • COMPLICATED
  • crazy and crazy
  • SEPARATED TWINS [END]
  • LABIRIN TAKDIR
  • ALVANSA [Completed]

"Bruk!' "Aduhh pantat gue!" ringis Alya lalu menepuk-nepuk pantatnya yang baru saja berciuman dengan lantai. "Lo makanya kalo jalan pake mata!" ketus Alya. Sedangkan cowok yang didepannya hanya memasanag wajah datar andalannya. "Dimana-mana kalo jalan itu pake kaki bukan pake mata" ucap cowok sambil tersenyum sinis. "Arghh! Lo tuh ya pagi-pagi udah bikin gue kesel aja!" ucap Alya mengebu-gebu. "Bodoamat" ucap cowok itu cuek lalu melanjutkan langkahnya. "ATTHEO ADINATA BRAMASTA! GUE BENCI LO!!" teriak Alya membuat Theo menghentikan langkahnya dan membuat beberapa ornag menatap mereka berdua penasaran. Theo berbalik lalu berjalan menuju Alya yang masih dengan mukanya yang memerah karena menahan marah. "Iya sekarang lo boleh benci sama gue tapi-" Theo membungkuk badannya lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Alya. "Suatu saat lo bakalan Cinta sama gue, karena dari benci bisa jadi Cinta" bisik Theo membuat beberpa orang disana berteriak histeris, sedangkan Alya hanya mematung mendengar ucapan Theo. Setelah membisikan kata itu Theo pergi meninggalkan Alya yang masih diam mematung ditempat. Hola guyss gimana kelanjutan cerita guyss? Penasaran? Makanya baca cerita lengkapnya ya!

More details
WpActionLinkContent Guidelines