Home Without LOVE (END)

Home Without LOVE (END)

  • WpView
    Reads 324,508
  • WpVote
    Votes 10,498
  • WpPart
    Parts 60
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Nov 16, 2020
WpInfo
Fiction
Social Themes
Religion and Spirituality
Family Life
Grief and Bereavement
*Dua pria, satu rumah tanpa cinta, dan sebuah benteng keyakinan yang mustahil diruntuhkan.* Bagi Aeera, mencintai Charles sekian purnama adalah hal terindah sekaligus paling menyakitkan. Mereka saling memeluk dalam rasa, namun terpisah di antara Masjid dan Gereja. Di tengah keputusasaan memperjuangkan cinta yang tak direstui, sebuah tawaran tak masuk akal datang dari Arvino, seorang CEO duda beranak satu. "Pertunangan ini transaksional. Kamu jadi ibu bagi anak saya, dan saya bebaskan kamu pacaran dengan kekasihmu." Di atas kertas, kesepakatan itu tampak sempurna. Namun, ketika sebuah cincin lamaran tulus diletakkan di atas meja restoran dan sisi lain ada seorang anak kecil yang telanjur memanggilnya "Mommy" di sebuah rumah megah yang dingin, Aeera tersadar... ia terjebak dalam sangkar emas. Saat kepercayaan harus berbenturan dengan perasaan, akankah cinta mengalahkan segalanya? Atau benarkah, bahwa pada akhirnya... sebuah rumah justru mampu memisahkan penghuninya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Silence In Their Minds
  • Because I Love You ( TAMAT  )
  • Menyulam Luka Menjadi Cinta
  • Mencintaimu Dalam Diam ( TAMAT  )
  • Jodohku Bukan Perjaka
  • Cinta atau Dusta [JENRINA x JENSELLE]
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • Derita Istri Kedua Dosen
  • Antara janji dan perasan

--- Azellea selalu terlihat ceria. Senyumnya sehangat matahari pagi, tawanya seperti lagu yang menenangkan. Di sekolah, ia dikenal sebagai gadis yang ramah, penuh semangat, dan selalu membuat orang lain nyaman berada di sekitarnya. Namun di balik semua itu, tersembunyi luka-luka yang tak pernah ia tunjukkan. Dari rumah yang tak lagi terasa seperti rumah, dari pertemanan yang menyisakan pengkhianatan, hingga cinta pertama yang justru meninggalkan jejak paling perih. Azellea menyembunyikan segalanya di balik senyum dan kata-kata positifnya. Karena baginya, menunjukkan kesedihan adalah tanda kelemahan. Dan menjadi kuat... adalah satu-satunya cara agar ia bisa bertahan. Tapi sekuat apa pun seseorang berpura-pura bahagia, luka yang tak diobati akan terus membesar. Sampai akhirnya, Azellea harus memilih: terus menjadi "baik-baik saja" atau mulai menyembuhkan dirinya yang sesungguhnya. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines