Home Without LOVE (END)

Home Without LOVE (END)

  • WpView
    Reads 324,509
  • WpVote
    Votes 10,498
  • WpPart
    Parts 60
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Nov 16, 2020
WpInfo
Fiction
Social Themes
Religion and Spirituality
Family Life
Grief and Bereavement
*Dua pria, satu rumah tanpa cinta, dan sebuah benteng keyakinan yang mustahil diruntuhkan.* Bagi Aeera, mencintai Charles sekian purnama adalah hal terindah sekaligus paling menyakitkan. Mereka saling memeluk dalam rasa, namun terpisah di antara Masjid dan Gereja. Di tengah keputusasaan memperjuangkan cinta yang tak direstui, sebuah tawaran tak masuk akal datang dari Arvino, seorang CEO duda beranak satu. "Pertunangan ini transaksional. Kamu jadi ibu bagi anak saya, dan saya bebaskan kamu pacaran dengan kekasihmu." Di atas kertas, kesepakatan itu tampak sempurna. Namun, ketika sebuah cincin lamaran tulus diletakkan di atas meja restoran dan sisi lain ada seorang anak kecil yang telanjur memanggilnya "Mommy" di sebuah rumah megah yang dingin, Aeera tersadar... ia terjebak dalam sangkar emas. Saat kepercayaan harus berbenturan dengan perasaan, akankah cinta mengalahkan segalanya? Atau benarkah, bahwa pada akhirnya... sebuah rumah justru mampu memisahkan penghuninya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menyulam Luka Menjadi Cinta
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • Saat Cinta Tak Terucap
  • Silence In Their Minds
  • My Hot Dusen is Killing Me!
  • SEIMAN SEPELAMINAN

Cerita ini merupakan versi pengembangan dari kisah sebelumnya berjudul "Menolak Hati Menjemput Takdir." Kini hadir dengan judul baru dan tokoh utama yang diperbarui: Lazlo dan Leia kini menjadi Aidan dan Elara - dengan alur yang lebih dalam dan emosional. Aidan, CEO sukses berusia 36 tahun, menutup pintu hatinya setelah kehilangan wanita yang paling ia cintai. Baginya, cinta hanyalah kenangan pahit yang tak perlu diulang. Elara, 29 tahun, perempuan mandiri berhijab, hidup bebas dari tekanan sosial soal pernikahan. Ia percaya cinta seharusnya tumbuh perlahan, bukan datang karena paksaan. Ketika dua keluarga mempertemukan mereka dalam ikatan perjodohan, keduanya menolak. Namun perlahan, pertentangan itu berubah menjadi percikan. Mampukah dua hati yang sama-sama rapuh saling menyembuhkan? Ataukah luka lama membuat mereka kembali memilih sendiri?

More details
WpActionLinkContent Guidelines