Home Without LOVE (END)

Home Without LOVE (END)

  • WpView
    Reads 324,508
  • WpVote
    Votes 10,498
  • WpPart
    Parts 60
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Nov 16, 2020
WpInfo
Fiction
Social Themes
Religion and Spirituality
Family Life
Grief and Bereavement
*Dua pria, satu rumah tanpa cinta, dan sebuah benteng keyakinan yang mustahil diruntuhkan.* Bagi Aeera, mencintai Charles sekian purnama adalah hal terindah sekaligus paling menyakitkan. Mereka saling memeluk dalam rasa, namun terpisah di antara Masjid dan Gereja. Di tengah keputusasaan memperjuangkan cinta yang tak direstui, sebuah tawaran tak masuk akal datang dari Arvino, seorang CEO duda beranak satu. "Pertunangan ini transaksional. Kamu jadi ibu bagi anak saya, dan saya bebaskan kamu pacaran dengan kekasihmu." Di atas kertas, kesepakatan itu tampak sempurna. Namun, ketika sebuah cincin lamaran tulus diletakkan di atas meja restoran dan sisi lain ada seorang anak kecil yang telanjur memanggilnya "Mommy" di sebuah rumah megah yang dingin, Aeera tersadar... ia terjebak dalam sangkar emas. Saat kepercayaan harus berbenturan dengan perasaan, akankah cinta mengalahkan segalanya? Atau benarkah, bahwa pada akhirnya... sebuah rumah justru mampu memisahkan penghuninya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Derita Istri Kedua Dosen
  • D U D A
  • Felicity
  • Antara janji dan perasan
  • Baby Keeper (Pengasuh Huan)
  • Mencintaimu Dalam Diam ( TAMAT  )
  • Silence In Their Minds
  • SEIMAN SEPELAMINAN
  • Rumah Sepasang Luka ✓

Adira Carissa, perempuan kuat menghadapi masalah yang terus terjadi pada kehidupannya. Adira adalah seorang mahasiswa, hidupnya serba mewah. Tetapi, saat perusahaan papahnya bangkrut karena ada salah satu karyawannya korupsi membuat perusahaan orang tuanya pun hancur. Apa lagi, kondisi papahnya yang sudah semakin buruk. Papahnya hanya bisa terbaring di ranjang rumah sakit saja, Mamahnya lah yang selalu menemani papahnya itu. Entah, sampai kapan masalahnya ini selesai. Adira ingin seperti dulu lagi, selalu di manja oleh kedua orang tuanya. Setiap hari main bersama teman-temannya, tak kenal waktu untuk bersenang-senang sampai larut malam. "Apa alasan bapak menuruti keinginan istri bapak itu untuk menikah lagi?" tegur Adira ingin tahu apa alasan dosennya itu menuruti keinginan istrinya untuk menikah lagi, yang dirinya tahu tidak ada satu pun seorang istri yang mau di madu oleh suaminya sendiri. "Karena saya sangat mencintai istri saya, saya nggak mau kehilangan dia." Arya hanya tak mau kehilangan perempuan yang dicintainya, dirinya akan melakukan cara apa pun untuk istrinya. "Ternyata Pak Arya memang sangat mencintai istrinya sendiri," batin Adira tak menyangka kalau dosennya memang benar-benar cinta dengan istrinya. "Bagaimana dengan kamu? Mau menikah dengan saya atau tidak? Kamu tidak kasihan dengan papah kamu itu?" tegur Arya ingin tahu apakah gadis itu menerima tawaran dirinya ataukah tidak, dirinya tahu kalau gadis itu pasti akan menerima tawaran dirinya ini. "Ok, saya mau. Saya melakukan ini untuk orang tua saya," sahur Adira hanya pasrah bahwa dirinya menerima tawaran dosennya itu, dirinya terpaksa melakukan ini semua hanya untuk papahnya saja. "Iya tahu, kita melakukan ini semua untuk kebahagiaan orang yang kita sayangin. Sekarang sudah waktunya pulang, saya mau ajak kamu ke rumah istri saya." Arya ingin mengajak gadis itu untuk pulang ke rumah istrinya, agar dirinya bisa memperkenalkan gadis itu dengan istrinya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines