DREAM LIFE 🌠

DREAM LIFE 🌠

  • WpView
    Reads 595
  • WpVote
    Votes 155
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 24, 2019
Hampir sebagian dari hidupku berada di dunia ilusi sana. Seluruhnya sudah ku rancang sedemikian rupa. Merangkai mimpi yang indah yang tak pernah kurasakan di dunia nyataku sebelumnya. Namun, semakin hari rasanya ini tidak benar. Ini hanya mimpi, sebuah bunga tidur. Aku harus menghentikannya. Tapi kenapa ini sangat sulit. Aku ingin kembali ke dunia nyataku secara normal. Walaupun lebih menyakitkan, namun berlama-lama di alam bawah sadar rasanya bahkan lebih mengerikan. Aku hanya tidak ingin meninggalkannya sendirian disana. Jika boleh egois, aku ingin dia ikut bangun bersama ku menjalani hidup normal di dunia nyata tanpa adanya ilusi belaka. Walau tanpa aku sadari, ternyata kenyataan membawaku ke ujung sudut yang paling mengerikan. Sesuatu yang tidak pernah terpikir olehku. Kuharap kami melewatinya walaupun kehilangan salah satunya. "Please, return me to my world and let him come with me and SAVE ME" Happy Reading.....( ˘ ³˘)♥
All Rights Reserved
#335
korea
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • YOU [KOOKV/KOOKTAE][END]
  • Why Him | YoonMin
  • WITCH WORLD
  • •Sky• [PJM]✔
  • Headmaster | YoonMin
  • ᴹʸ ᴶⁱᵐⁱⁿ⁻ˢˢⁱ YOONMIN [DEWASA] END✓
  • "So She Would Live" (The End)✓✓
  • Little Thing's [Kang Daniel]
  • BestFriend [REVISI] - BTS BROTHER (END)

[Selesai] Hari itu semenjak aku datang ke sana, setiap malam aku selalu bermimpi tentang seorang pria. Tampan dan gagah. Aku suka senyumnya. Dia selalu datang ke mimpi ku dan mengucapkan kata-kata romantis ke pada diriku. Kupikir aku sudah gila, karena aku sungguhan jatuh cinta pada pria itu. Orang-orang bilang dia tak nyata! Tapi aku tak peduli. Dia memang tak nyata, tapi perasaannya nyata! Semenjak hari itu aku dikira orang gila. Aku juga sempat berfikir bahwa aku sendiri gila. Aku tak peduli! Hanya ada satu orang yang menganggapku tak gila, dia adalah ibuku. Selalu aku ceritakan mimpiku padanya. Dan dia hanya tersenyum pahit. Selalu seperti itu. Sampai pada suatu hari bibiku datang menceritakan sebuah cerita padaku. Dan semenjak hari itu aku hanya menangis. Dan kurasa semenjak hari itu aku gila sungguhan. WARNING: Gay/homo/bxb/lgbt Kookv/kooktae Rate T

More details
WpActionLinkContent Guidelines