April
  • WpView
    Reads 69
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 14, 2019
Teruntuk kamu, seseorang yang hadir di bulan April; Kita pernah berkali-kali hampir berpisah karena jarak dan perbedaan yang terlampau jauh. Tapi, anehnya, aku selalu kembali di tempat yang sama, dengan debar yang tak jua mereda. Menyebalkan memang, untuk tidak bisa mengatur kepada siapa kita akan jatuh hati. Mereka bilang, ini hanya sekedar kisah delusi yang tak akan pernah bersua dengan konklusi. Mereka salah, bagiku, ini adalah perjalanan menuju cinta sejati.
All Rights Reserved
#115
april
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kisah Semusim
  • Can We Kiss Till We Die
  • Friends and Love (COMPLETED)
  • Sad Things About Renala [END]✔️
  • HE IS MARCH
  • Awal Bertemu Denganmu  COMPLETED ✔
  • 01|| RAKA: The Ending Story [END]
  • CERPEN
  • mr.bean Ibrahim  End|
  • finally mate also

[Spring] Cinta itu candu, kawan. Sekali kau merasakannya maka kau tidak akan pernah bisa terlepas darinya. Bayangan gadis tersebut selalu menempel di dalam memori sang pria seakan ada lem yang membuat bayangan tersebut sulit terlepas dari memorinya. Semua ini karena sang gadis penyihir! Tanpa mantra cinta dari sang gadis penyihir, pria tersebut pasti tak akan pernah terperangkap ke dalam sihir cinta yang membiarkan dirinya terjatuh seperti kelopak sakura yang gugur akibat tertiup angin. [Summer] Di sini, aku menantimu untuk berkisah kepadaku, namun kau memilih untuk berkisah kepadanya. Namun dengan bodohnya, aku masih mengharapkanmu. Mengharapkanmu yang hanya dapat kuraih melalui mimpi yang semu. Tanpa sadar ada kisah baru yang sedang menantiku. [Autumn] Kau selalu duduk di dekat jendela. Kedatanganmu selalu membawa aroma musim gugur yang menenangkan sekaligus menyesakkan untuk hatiku. Terkadang, kau akan berbicara, menangis, lalu berteriak sendiri sehingga orang-orang menyangka jika dirimu adalah seorang gadis gila. Namun, bagiku kau adalah orang paling jujur yang pernah kutemui dan juga seseorang yang selalu kutunggu kedatangannya setiap musim gugur tiba. [Winter] Baru kemarin, gadis tersebut duduk di samping sang pria sambil berbisik, "Aku mencintaimu." Namun, kini semua itu tinggalah kenangan. Sebuah kenangan yang selalu meninggalkan luka di dalam hati sang pria. Menghancurkan kembali hati yang sudah retak seperti permukaan es di atas aspal. Sanggupkah ia bertahan tanpa sosoknya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines