Story cover for BARA by ferlalaw
BARA
  • WpView
    Reads 127
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 127
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Mar 12, 2019
Pada awalnya aku fikir kamu adalah masalah besar dalam hidupku, tetapi aku salah dan tuhan berkehendak lain.

Kamu bilang "Sebuah rasa akan hadir seiring berjalannya waktu". 
Tetapi waktu terlambat memberi ruang untuk sebuah rasa. 
Jangan salahkan waktu! setidaknya kamu sudah berhasil membuat rasa itu hadir dalam hidupku. Walaupun kita sama-sama tau kesalahan dari cerita ini adalah aku yang masih bingung perihal aku 'mencintaimu' atau 'tidak'.
All Rights Reserved
Sign up to add BARA to your library and receive updates
or
#157enemy
Content Guidelines
You may also like
Eliinaa by vfryfrljnvsnmtm
5 parts Complete
Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.
You may also like
Slide 1 of 10
Putih (Karena Kau Begitu Berarti) cover
Meninggalkan Tanpa Pamit cover
Everything Happens for a Reason cover
Maaf' (Revisi) cover
Eliinaa cover
SINGKAT cover
Time Release cover
RETURN  cover
RANNA cover
DERA and DEREX cover

Putih (Karena Kau Begitu Berarti)

13 parts Complete

Aku tak pernah mengharapkan rasa itu datang lalu mengusik hari-hariku kemudian mengendap dan membatu dalam hatiku Tapi yang ada justru berkebalikan dengan harapanku. Rasa itu berdesir lembut ketika sapamu terucap siang itu Dan senyum yang terkembang diwajahmu sejenak membuatku membisu Hatiku berbisik dengan lugu, "Dia adalah seseorang yang akan menyita waktu dan pikiranmu.."