Please Remember!

Please Remember!

  • WpView
    Reads 318
  • WpVote
    Votes 54
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 23, 2022
Apa yang paling menyakitkan? Tidak bisa melupakan sesuatu yang ingin kau lupakan? Putus dengan pasangan? Atau kalah dalam sebuah tantangan? Bagi Dhimas yang paling menyakitkan adalah tidak bisa mengingat sebuah kenangan. Berkisah tentang Dhimas yang tidak bisa mengingat sebuah kenangan sehari setelah dia membuat kenangan itu, jadi dia selalu menulis di sebuah buku dan menuliskan kenangan-kenangan yang dia buat selama hidupnya. Akan tetapi ada satu kenangan yang terlupakan, kenangan yang paling penting bagi Dhimas tapi dia tidak bisa mengingat dan bahkan lupa Untuk menuliskannya. Apa kenangan yang Dhimas lupakan sehingga harus membuatnya berpikir keras untuk mengingatnya kembali?. Cover by @dinndv
All Rights Reserved
#282
novelringan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Caramel
  • MEMORIES(END)
  • I'm okay (END)
  • Semua Tentang Kita (STK) ✔️
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Cinta Itu Bernama Aleaa  [ ON GOING ]
  • The Lost Memory
  • Epiphany [Completed]
Caramel

[ T A M A T ] "Punya mulut dijaga!" desis Caramel. "Ngapain gue jaga mulut gue buat orang yang kasar dan nggak tau sopan santun kaya lo!" balas Malvin ketus. Caramel mengangkat sebelah alisnya lalu berjalan mendekat kearah Malvin hingga jarak diantara mereka hanya tersisa setengah jengkal saja. Caramel berjinjit menyamai tinggi Malvin lalu ia langsung menggigit bibir bawah cowok itu dengan kencang. "Kan gue udah bilang, punya mulut dijaga." Caramel menyunggingkan senyum lalu melangkah pergi dari sana. Berawal dari pertemuan yang tak mengenakan dengan cowok berperawakan tinggi itulah yang malah membuat Caramel tak bisa jauh-jauh darinya. Selalu ada saja kejadian-kejadian yang melibatkan keduanya yang membuat mereka jadi tambah dekat satu sama lain, seperti seakan-akan mereka tercipta memang untuk dipersatukan. Cowok dengan nama belakang Adhitama itu telah berhasil menjadi kelemahan Caramel si gadis egois. Bertengkar karena hal spele sudah menjadi hal yang biasa bagi keduanya, sebab mereka bersatu pun karena sebuah rasa benci. Rasa benci yang kemudian berkamuflase menjadi rasa ingin memiliki. Tapi akankah mereka bisa terus bertahan dengan sifat egoisnya masing-masing?

More details
WpActionLinkContent Guidelines