We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Please Remember!

Please Remember!

  • WpView
    Reads 318
  • WpVote
    Votes 54
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 23, 2022
WpInfo
Fiction
Fantasy
Apa yang paling menyakitkan? Tidak bisa melupakan sesuatu yang ingin kau lupakan? Putus dengan pasangan? Atau kalah dalam sebuah tantangan? Bagi Dhimas yang paling menyakitkan adalah tidak bisa mengingat sebuah kenangan. Berkisah tentang Dhimas yang tidak bisa mengingat sebuah kenangan sehari setelah dia membuat kenangan itu, jadi dia selalu menulis di sebuah buku dan menuliskan kenangan-kenangan yang dia buat selama hidupnya. Akan tetapi ada satu kenangan yang terlupakan, kenangan yang paling penting bagi Dhimas tapi dia tidak bisa mengingat dan bahkan lupa Untuk menuliskannya. Apa kenangan yang Dhimas lupakan sehingga harus membuatnya berpikir keras untuk mengingatnya kembali?. Cover by @dinndv
All Rights Reserved
#422
novelringan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Drowning
  • Behind The Smile
  • Between Us √
  • Memory in My Heart [END]
  • Caramel
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • All You Never Say
  • Cinta Itu Bernama Aleaa  [ ON GOING ]
Drowning

[M] Pada suatu pagi, Kaivan menemukan dirinya terkapar di tepi hutan belantara tanpa pakaian. Dia linglung, beberapa penduduk yang menemukan dirinya berusaha menolong, tetapi dia malah berteriak ketakutan. Kedua matanya menatap nyalang, sedangkan tubuhnya yang telanjang coba dia bersihkan dengan rumput-rumput yang tumbuh selutut orang dewasa itu. Di usia dua puluh satu tahunnya, Kaivan mendapati dirinya mengalami pelecehan seksual oleh lima orang seniornya di kampus. Namun sebagai lelaki, dia tidak mungkin menceritakan itu pada orang-orang. Masyarakat akan menertawakan dirinya. Tubuh tinggi dan tegap itu diperkosa oleh orang-orang bertubuh jauh lebih mungil darinya adalah sebuah lelucon yang tak akan pernah berhenti di bahas oleh orang-orang. Maka Kaivan memilih untuk memendam semuanya sendirian, hingga akhirnya dia ditemukan oleh sahabatnya dengan kondisi nyaris mengakhiri hidupnya. Lantas di sana kisah Kaivan dimulai, di sebuah dinding putih rumah sakit dengan bau obat yang kelewat menyengat penciuman. Tubuhnya yang teramat dia sayangi tak lagi terurus, Kaivan yang terkenal tampan perlahan menghilang tergantikan oleh depresi yang membuatnya tak mau bertemu orang termasuk sahabatnya. Pada akhirnya Kaivan mengalami PTSD, sehingga dirujuk ke rumah sakit jiwa untuk mendapatkan penanganan profesional. Lantas di sana dia bertemu dengan seorang psikolog, yang entah kenapa malah berhasil membuatnya jatuh cinta. Namun kode etik yang dimiliki memaksa perempuan itu untuk menjauh dan membuat Kaivan kelimpungan. Bagaimana kisah Kaivan selanjutnya? Akankah dia berhasil mengatasi dirinya dan sang pujaan hati?

More details
WpActionLinkContent Guidelines