Hänged

Hänged

  • WpView
    Reads 122
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 29, 2020
Aku tau ini salah. Menyukai sahabat sendiri atau bahkan mencintainya. Atau biasa dibilang terjebak friendzone? Mungkin ini kedengarannya sangat cliche, karna semua orang tau bahwa sangat sedikit kemungkinan pertemanan cowok dan cewek tanpa melibatkan sebuah perasaan. Tapi, aku akui pemikiran itu benar. Disatu sisi ada orang baru yang datang untuk memasuki hatiku. Jujur aku bingung. Bingung untuk memilih. Orang baru kah? Atau menunggumu mengetahui keadaan yang sebenarnya. "We are friend or more than friend?" - Devana Lesham
All Rights Reserved
#42
patient
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Is LOVE
  • Disaster In Feelings
  • Why Not Me (Completed)
  • Elina- kisah ku
  • A3 [AMEL AJI & ANUGERAH]✔
  • It HURTS
  • Are We Really Just Friends? ✔
  • Ar.
  • Taken Slowly
  • Amour [End]
Is LOVE

Apa itu cinta? Apa dia berwujud? Atau tidak? Kenapa jika mencintai seseorang harus jantung yang merasakan debarannya. Tetapi... jika terluka bukan hanya jantung yang tersakiti, namun hatipun ikut juga merasakannya. *** Debaran jantungku terasa begitu kencang saat seorang siswa laki-laki dengan aura ketampanan yang mampu membuat para siswi diSMA-nya berteriak mengaguminya. Dia jatuh hati terhadap siswa laki-laki itu. Dia selalu berada dibelakang laki-laki itu seperti penonton yang membawa poster besar sambil berteriak mendukung kesuksesan dalam pertandingan itu. Aku ingin menghampiri dia. Tetapi... aku takut kalau dia bukan malah menerimaku tapi malah menghujaniku dengan semua hinaan pedas yang keluar dari mulutnya. Ya, memang aku tau posisiku di sini. Gadis berkaca mata dengan bermodal baju kebesaran yang ditemani rok SMA-nya yang ikut juga kebesaran. Culun, cupu, kuper, dan sangat dekil. Bagaimana tidak dekil. Rambut yang seperti jarang ditata alias semrawut kalo orang jawa bilang dan juga, sepatu yang usang. Sungguh pas jika ia pantas diasingkan oleh siswi-siswi lainnya. Hufttt.... Helaan nafasku dengan mulai memundurkan gerak kakiku ke belakang untuk segera pergi dari hadapan keramaian siswi-siswi lainnya yang mengagung-agungkan laki-laki yang membuatnya jatuh hati. 'Menyukainya dan dibalas rasaku memang tak pantas untuk kugapai. Mungkin dengan mengaguminya dari belakang sudah cukup pantas bagiku.' -IS LOVE

More details
WpActionLinkContent Guidelines