Story cover for Mekarmu by nelaarosa
Mekarmu
  • WpView
    LECTURAS 270
  • WpVote
    Votos 32
  • WpPart
    Partes 6
  • WpView
    LECTURAS 270
  • WpVote
    Votos 32
  • WpPart
    Partes 6
Continúa, Has publicado mar 12, 2019
Bunga tidak mekar bersamaan. Semua ada waktunya. Bersabarlah menanti saat mekarmu.

Sembari menanti mekarmu menyapa, cobalah baca tulisan ini. Karena kuharap, kau bisa sadar bahwa Allah tidak pernah sia-sia mencipta makhluk. 

Bertahap, berproses, jangan berhenti. Berjalan mundur sah-sah saja, sebab ada hal yang memang kau tak bisa melanjutkan langkah. 

Satu hal yang tidak kuizinkan, jangan mundur dari perbaikanmu untuk menjadi lebih baik lagi.

Tulisan ini kupersembahkan untukmu, yang senantiasa bersabar, dan tidak goyah akan tajamnya lidah manusia. 

Untukmu yang demikian, berbahagialah.

Terakhir, mari bersama berusaha menjadi sebagian kecil dibanding menjadi sebagian besar yang terdapat dalam banyak firman Allah.

With Love,
Nela Rosa
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Mekarmu a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Langkah Juang [SUDAH TERBIT] cover
Antara Timur Dan Barat [END]✔ cover
Bidadari Surgaku  cover
REGATHAN [END] cover
After You (Selesai) ✔ cover
Di Balik Patah Hati [SELESAI] cover
MY PERFECT HUSBAND (Revisi) cover
SURGA UNTUK SARAH (SELESAI)√ cover
Imamku Badboy (SUDAH TERBIT) ✔ cover
Ruang Rasa cover

Langkah Juang [SUDAH TERBIT]

42 partes Concluida

Aku pernah berharap pada salah satu ciptaan-Nya... Menunggu dalam sebuah ketidak pastian, aku tahu langkahku salah namun aku tetap maju seakan tak takut sakit hati. Seseorang pernah mengatakan padaku bahwa berharap pada ciptaan-Nya, tak akan pernah berujung indah. Dan itu benar. Pada akhirnya, hati dan raga ini hanya mampu menggapai lara yang menyelusup dalam dada. Aku sempat bangkit dan pergi untuk melupakannya, hingga Tuhan mempertemukan dengan sosok lain yang mampu menabur harapan indah dengan kata pasti. Namun hati ini kembali kecewa. Luka itu kembali saat aku tahu satu kenyataan yang amat menyakitkan. Kenyataan yang telah tertulis dalam hidup bahwa kamu dan aku tidak akan pernah bersatu. Sekuat tenaga untuk kita saling menggapai, percuma. Kita seaamiin tapi tak seiman. Karena kita layaknya Istiqlal dan Katedral, hanya dapat berseberangan tanpa pernah beriringan. Starting : 14 Mei 2020 Finish : 21 Agustus 2020