Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.
MY LITTLE WIFE

MY LITTLE WIFE

  • WpView
    LECTURAS 6,719
  • WpVote
    Votos 169
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, sep 14, 2020
WpInfo
Ficción
Romance
"Kenapa om menikahi Ana?" Tanya gadis cantik yang dibaluti hijab putih yang di hiasi pernak pernik mendominasi hijab putihnya itu. "Karena dijodohin." Jawabnya singkat, tanpa menoleh sedikitpun pada dirinya. "Ouh karena itu doang." Ujar Ana kecewa dan menatap lantai yang dilengkapi karpet merah bercorak dari Turkie. "Itu salah satunya Ana." Ujarnya saat melihat Ana hanya terdiam. "Saya menikahi kamu, karena kamu berbeda dengan perempuan yang pernah saya temui, kamu perempuan yang unik, dan kamu perempuan yang memiliki segala hal disaat anak seusia kamu tidak miliki. Saya mencintai kamu, Ana." Bukannya Ana menatap lawan bicaranya sambil tersenyum dan mengucapka trima kasih, tapi Ana memalingkan wajahnya yang bersemu merah, malu. My Little Wife❤
Todos los derechos reservados
#530
tangisan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]
  • Peri Cinta (Wall Of Love) - END
  • Kiblat Cinta ✓
  • Manajemen Rumah Tangga ✔
  • My Teacher is My Husband
  • ALESYA (END)
  • Air Mata Cinta Di Teras Surga ( SELESAI )
  • Assalamu'alaikum Cinta [END]
  • Bersamamu Halalku √
  • ASSALAMUALAIKUM ZAUJI

[COMPLETED] "Jadi lelaki itu yang akan dijodohkan ibu denganku? Tega sekali, Ibu," gerutuku. Aku semakin membulatkan tekadku untuk menolak ini. Tanpa kusadari, ibu melihat ke arah jendela kamarku dan melihatku kesal. Beberapa saat kemudian, terdengar suara pintu kamar diketuk. "Baby, buka pintu!" Pintanya tegas. Aku pun membukakan pintu. Lalu menelungkupkan badanku di atas kasur. Ibuku menarik kursi belajarku mendekat ke arahku dan memandangiku, lalu berkata pelan padaku. "Kau tahu sendiri kan kebiasaan di sini? Kau juga tahu asal usulmu? Kau paham betul, bagaimana ibumu ini bertahan? Semua karena ibumu ini sepakat dengan norma di sini. Mana mungkin kita bisa hidup cukup seperti ini kalau tidak mengikuti itu semua. Baby, kau tahu itu semua. Harusnya kaupun seperti ibumu ini, ikut arus itu." Melihatku tidak memandangnya, ibu terus mengatakan hal-hal yang sebenarnya kami berdua sama sama tahu. "Ibu menikah dengan bapakmu ketika seusiamu. Dengan itu, ibu bisa memiliki rumah ini dan seperangkat alat jahit. Ibu mampu membesarkanmu, menyekolahkanmu, memenuhi segala keinginanmu, dan tidak pernah menyusahkan orang lain. Kau memang tidak pernah bertemu bapakmu, tapi ibumu ini sudah bercerita tentangnya." "Kita hidup tanpa kekurangan. Bahkan bisa membantu sesama. Kita pun hidup bahagia. Mereka yang juga melakukan ini pun juga sama." "Menikah bukan sesuatu yang salah, Baby." Ibuku mengakhirinya dengan kalimat itu, lalu berdiri hendak keluar kamarku. "Tapi menjanda di usia muda bukan keinginanku, Bu." Balasku sebelum ibu keluar kamar. Ibuku berhenti sejenak, kemudian keluar dari kamarku. Happy reading~ Jangan lupa untuk: √ Vote √ Coment √ Kritik dan Saran Hargai author dengan vote, terimakasi💞

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido