Na-update namin ang aming Mga Alituntunin sa Nilalaman.
Suriin ang pinakabagong mga alituntunin para patuloy na makapagbahagi ng mga kuwento nang ligtas.
Matuto pa
MY LITTLE WIFE

MY LITTLE WIFE

  • WpView
    MGA BUMASA 6,719
  • WpVote
    Mga Boto 169
  • WpPart
    Mga Parte 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Mon, Sep 14, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Kenapa om menikahi Ana?" Tanya gadis cantik yang dibaluti hijab putih yang di hiasi pernak pernik mendominasi hijab putihnya itu. "Karena dijodohin." Jawabnya singkat, tanpa menoleh sedikitpun pada dirinya. "Ouh karena itu doang." Ujar Ana kecewa dan menatap lantai yang dilengkapi karpet merah bercorak dari Turkie. "Itu salah satunya Ana." Ujarnya saat melihat Ana hanya terdiam. "Saya menikahi kamu, karena kamu berbeda dengan perempuan yang pernah saya temui, kamu perempuan yang unik, dan kamu perempuan yang memiliki segala hal disaat anak seusia kamu tidak miliki. Saya mencintai kamu, Ana." Bukannya Ana menatap lawan bicaranya sambil tersenyum dan mengucapka trima kasih, tapi Ana memalingkan wajahnya yang bersemu merah, malu. My Little Wife❤
All Rights Reserved
#488
tangisan
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Air Mata Cinta Di Teras Surga ( SELESAI )
  • Assalamu'alaikum Cinta [END]
  • ALESYA (END)
  • Anugrah Azizah
  • ASSALAMUALAIKUM ZAUJI
  • Astaghfirullah, Fuckboy Husband! [END]
  • Serenyah Rasa
  • Meraih Surga Bersamamu [SELESAI]
  • Bersamamu Halalku √
  • Astagfirullah, Husband! [RE-UPLOAD]

Malam ini, beberapa hari setelah aku kembali dari Arab Saudi, aku bersama ayah dan ibuku datang ke rumah salah seorang kerabat ayah untuk bersilaturrahmi di hari raya, dalih kami. Padahal, yang sebenarnya adalah kami memiliki maksud dan tujuan yang lebih utama dari bersilaturrahmi di hari raya, yakni untuk melihat gadis yang diinginkan ibu menjadi calon istriku. "Naira. Naira Salsabila nama lengkapnya. Naira ini adalah putri kandung kami." Begitu ayah gadis yang ingin kulihat itu memperkenalkan putri beliau kepadaku, dan kepada ibu dan ayahku, saat Naira, sapaan si gadis berhijab orange muda, menyajikan teh untuk kami yang sedang bertamu ke rumahnya. Naira, gadis berumur dua puluh tahun itu perlahan mulai mencuri pandanganku. Wajah putih lembut. Pipi yang merona. Tatapan matanya yang sendu. Senyum tipis yang mengunci bibir. Sikapnya yang santun. Pandangan yang senantiasa terkurung sungkan. Semua hal yang sungguh indah lagi anggun di mataku tersebut, seakan tak membiarkan hatiku untuk ragu pada niat suciku terhadapnya. Bahkan, sedikitpun keraguan tak ada bayangan akan tumbuh.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman