-CANTIKA- [COMPLETED]

-CANTIKA- [COMPLETED]

  • WpView
    Reads 7,029
  • WpVote
    Votes 2,742
  • WpPart
    Parts 42
WpMetadataReadComplete Tue, Apr 14, 2020
Tentu saja semua orang memiliki masalalu. Memiliki kenangan yg indah maupun buruk. Namun bagi Cantika, masalalu tetaplah masalalu. Entah buruk ataupun indah, sama saja, karena akan ada saatnya masalalu itu terulang kembali meskipun kita tidak menginginkannya. Atau bahkan masalalu tersebut tidak akan terulang meski kita menginginkannya Cantika adalah seorang gadis berparas cantik dan berambut hitam.Seorang gadis ceria,pintar,disiplin,dan gadis pemberani.Gadis yang memiliki sifat tomboy dan jutek. Namun kini gadis itu kehilangan sifat cerianya. Gadis itu kehilangan kekasihnya karena suatu peristiwa, kini gadis tersebut bertemu kembali dengan lelaki yg sifatnya berbanding terbalik dengan kekasihnya dulu. Akankah lelaki tersebut bisa membuat sang gadis jatuh cinta kepadanya? Dan mengembalikan keceriaan Cantika? Note:Maaf kalau banyak typo:v
All Rights Reserved
#47
akbar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Trust
  • ANGKASA [Sequel Sekasa] (COMPLETED)
  • GERALDI [SUDAH TERBIT]
  • Vous Me Voyez? ✔️
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • PESAN UNTUK RAYAN
  • Teruntuk Luka [Completed]
  • Imperfection : Trapped With Troublemakers✓ [Republish+Remake]
  • [RWS#1] I'M NOT STUPID (END)
  • MARSYA✓ [TAMAT]
Trust

Hidupnya indah, pada masanya. Satu masalah datang membuatnya bertransformasi menjadi dia yang lain, yang tak dikenal dan tak mau dikenal. Hidupnya berubah hitam, monoton, tak bergairah. Namun, ketika muncul setitik harapan cerah yang datang untuk membantunya kembali bangkit, hal lain muncul. Ragu itu muncul ketika harus dihadapkan pada kata percaya. Percaya untuk percaya dengan ketulusannya, atau tidak percaya karena banyak asumsi buruk yang berputar di kepalanya. Bagaimana jika ketulusan itu hanyalah kepalsuan? Ketika ia percaya, hanyalah penyesalan yang tercipta. Namun, bagaimana jika sebaliknya, ketulusan itu benar-benar sebuah ketulusan? Namun, pada kenyataannya ia masih berada di antara keduanya. Berpikir antara ya dan tidak, antara percaya dan tidak percaya. Terpaku pada garis yang sama, dengan satu ragu untuk memilih jalan yang mana. Ia tak mau salah untuk memilih. Lagi. Karena terakhir kali ia percaya, yang dipercayai mengkhianatinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines