Story cover for NUMB TO THE FEELING by zalettamizella
NUMB TO THE FEELING
  • WpView
    Reads 5,544
  • WpVote
    Votes 2,690
  • WpPart
    Parts 9
  • WpView
    Reads 5,544
  • WpVote
    Votes 2,690
  • WpPart
    Parts 9
Ongoing, First published Mar 13, 2019
Sekarang hari yang sangat bahagia
Bagaimana tidak?
Kita tertawa bersama dan histeris pun juga bersama
Aku masih mengingat jelas tawanya
Oh Tuhan...
Dia membuatku jatuh lebih dalam lagi

Tapi bagaimana jika sekarang hari terakhirnya bersamaku? Atau sekarang hari terakhirku bersamanya.
Apakah kita masih bisa tertawa bersama lagi?

---

Jika ada salah penulisan kata dan EYD yang masih berantakan, harap dimaklumi, thx.

Akan direvisi setelah tamat.

©07 Mei 20
All Rights Reserved
Sign up to add NUMB TO THE FEELING to your library and receive updates
or
#5numb
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
My Bad Girl #BadSeries✔ cover
Z LOVE STORY✅ cover
"ASSALAAMUALAIKUM Habibati" _END_ cover
DIANA IS MINE (COMPLETED)✔ cover
Anta Habibi Anta "AssHab2" cover
ZHARA NADENRA [END]✓ || Revisi cover
Rama Prananta (Sudah Terbit) cover
TANGIS atau TAWA (THE END) cover
Sebuah Rasa cover
AghaVela [SELESAI] cover

My Bad Girl #BadSeries✔

33 parts Complete

Banyak orang yang bilang bahwa cinta itu indah. Menghapus segala resah dan gelisah. Mengganti luka dengan tawa, membawa kesedihan yang melanda untuk sirna. Banyak orang yang bilang bahwa jatuh cinta itu indah. Membuat hari berwarna dan hidup menjadi lebih sempurna karena hadirnya dia. Namun, tak semua yang berkaitan dengan cinta itu semuanya indah. Tak selamanya cinta itu membahagiakan. Tak ada yang bisa menjamin bukan bahwa cinta pun bisa berakhir dengan tawa kebahagian atau sebuah luka yang disertai dengan tangisan? Ini bukan kisah di mana dua orang jatuh cinta secara diam-diam. Ini bukan kisah cinta segitiga antara tiga, anak manusia. Tapi, ini hanyalah kisah di mana ketika kita telah jatuh namun tak sadar. Telah cinta tapi tak terasa. Telah merasa sayang tapi tak pernah bilang. Dan saat di mana kita telah menyadari segalanya, justru orang yang kita cintai itu... pergi. Bukan pergi untuk sementara. Tapi selamanya. "Jika kehadiranku tak dapat membangunkanmu, lantas apakah kepergianku akan membukakan matamu?" ©Copyright2019