YOU'RE MY BOY

YOU'RE MY BOY

  • WpView
    Odsłon 65
  • WpVote
    Głosy 0
  • WpPart
    Części 7
WpMetadataReadW trakcie
WpMetadataNoticeOstatnia publikacja czw., kwi 23, 2020
Terlihat di sebuah ruang tamu seorang anak laki laki sedang berlarian sambil berteriak mengusir gadis kecil yang hanya memakai pakaian dalam saja. "Pergi kamu dasar tuyul jelek. Bundaaaaa....tolongin alex!!" Teriaknya pada sang Bunda yang berada di dapur. Bundanya hanya bergidik melihat sang putra yang berteriak teriak seperti berada di hutan. Sedangkan si gadis kecil tidak hentinya mengejar Alex. "KAK ALEX...KAK ALEX...... katanya kakak mau cium Sei. Sini kak sini" Teriak Sei kecil sambil memonyong monyongkan bibirnya. "Dasar tuyul jelek gila. Pergi sono ahh takut alex liat kamu." Pergi ke kamar dan mengunci pintunya. "Huuu... dasar kak Alex PHP" kata si bocah kecil berhenti mengejar Alex.
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • Reynand & Joya | END
  • BAD BOY SEKOLAH (SELESAI)
  • Love Unilaterally [TELAH TERBIT]
  • Crazy Student and Bad Teacher
  • Alexa & Axel
  • PESAN UNTUK RAYAN
  • Cewek Cuek [Completed]
  • Penantian
  • DIANA IS MINE (COMPLETED)✔
  • Our Love

Follow sebelum baca yuk, untuk mengikuti ceritanya. #645 dalam TEEN FICTION-11/3/2018 #961 dalam TEEN FICTION-9/2/2018 "Kuda poni! Dasar jelek, sinting, kutu kupret, tai lo. Maju sini, gue telen lo hidup-hidup!" teriak Joya mengerahkan semua kekesalannya. Ia bersumpah serapah tanpa berpikir mengampuni orang yang sudah membuat hidupnya sengsara. "Nggak usah teriak-teriak, gue di sini." Suara orang tersebut berada di atas pohon dekat parkiran. Reflek, kedua gadis itu menengadah, menatap pemuda nakal yang nangkring di atas sana. "Turun lo!" perintah Joya seraya berkacak pinggang. "Mau apa? Mau cium gue, ya? Idih nakal." Pemuda itu malah membuat Joya semakin kesal. Ocehannya selalu saja ampuh membuat hari-hari gadis itu semakin runyam. "Najis. Mati aja lo, pengecut!" Joya masih kesal, sehingga kata-kata yang keluar dari mulutnya begitu tidak terkontrol. "Kurang banyak sih, 'kan cuma kempes, nggak sampai penyok." Rutinitas nakalmu berujung terbiasa. Kalo pengen tau terutama Baca selengkapnya ya..... (Di larang mengutip atau menjiplak sebagian/keseluruhan cerita ini tanpa izin)

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści