Tidak pernah terbayang olehku, hidupku yang begitu datar menjadi seperti rollercoaster sejak perkenalanku dengan kelima lelaki preman sekolah yang salah satunya adalah ketua angkatanku, dengan santainya mereka mengklaimku sebagai bagian dari mereka.
"Udah, cukup!" Teriakku memisahkan perkelahian yang terjadi di hadapanku, "Bukan salah dia! Gue yang salah, gue salah sayang sama orang yang masih dibayangin masa lalunya!" Pecah sudah tangisku di Taman belakang sekolah yang sudah dipenuhi oleh kerumunan para siswa.
Tiga anak remaja yang berusaha terlihat kuat dan baik-baik saja ditengah masalah yang mereka hadapi bahkan sampai menghancurkan sebuah persahabatan.
(note: Semua yang ada di cerita ini fiksi, buatan imajinasi author, kalo gak suka tinggal skip aja.)