Story cover for El & Za by Baitputri_26
El & Za
  • WpView
    Reads 321
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 13
  • WpView
    Reads 321
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 13
Ongoing, First published Mar 13, 2019
salam hangat dari saya buat para pejuang cinta yang masih bertahan walau mendapatkannya mungkin hanyalah bayangan yang selalu terlintas dalam khayalan.
Ini cerita pertamaku,tentang kisahku yang berjalan dengan tulus tetapi jawabannya tak terjawab dengan mulus.
Perkenalkan namaku Raysha Liza Ananda ,nama singkatnya Liza,kalian bisa manggil aku dengan sebutan "Za".Aku masih menempuh pendidikan SMK di salah satu sekolah di Kota Jogja.Aku adalah anak tunggal yang tinggal bersama papa dan mamaku, merekalah yang  mengisi semangatku saat jiwaku tak lagi mampu bertahan.Kalau kalian bertanya tentang statusku,entahlah akupun hanya bisa berharap agar hubungan ini baik-baik saja.Nama pacarku adalah Dion,kami sekelas dan kami sudah hampir 1 tahun menjalani kisah yang alurnya terlalu banyak jeda.
Kali ini akan kuawali cerita ku dengan alunan melodi yang indah,ini hanya awal,lihat saja nanti akhirnya,semoga masih baik.
All Rights Reserved
Sign up to add El & Za to your library and receive updates
or
#294zonanyaman
Content Guidelines
You may also like
Zenna Story by Senaaraini
37 parts Ongoing
Zenna Story Bertepuk sebelah tangan memang sakit, tapi apa lah daya ku jika dia memang bukan ditakdirkan untukku. Percuma saja jika dia hadir hanya untuk singgah bukan menetap. Aku bukan tempatnya pulang dan aku bukan rumahnya. **** "Tolong kasih aku kesempatan buat menebus semuanya selama ini" Ujarnya ditengah derasnya hujan. Gadis itu tak menjawabnya, ia tetap diam sambil menunduk. "Tolong jangan diam aja, jawab aku!" Ujarnya lagi. "Aku gak bisa, aku udah mati rasa!" Balasnya masih dengan menundukkan kepalanya. Air mata yang menetes tersamarkan oleh tetesan air hujan yang deras. "Jangan bilang gitu, aku bakal nungguin kamu sampai kapanpun itu!" "AKU UDAH MATI RASA ZEE! JANGAN GANGGU HIDUP AKU LAGI!" Sentaknya, dengan air mata yang membanjiri pipinya. "Nggak, kita bisa perbaiki hubungan kita pelan-pelan Sheina! "Maaf, kehadiran kamu dihidupku selama ini cukup menyakitkan buat aku Ze! "Jauhi aku, jangan ganggu aku lagi, aku pamit pergi!" "Hikss.. hiks.. hikss.." kakinya ambruk begitu saja ia sudah lemas, tidak tahu harus melakukan apa lagi. Gadis yang selama ini mengaguminya diam-diam kini telah pergi meninggalkannya. Satu kesalahan berujung fatal, ia tidak pernah menyadari ada seseorang yang begitu tulus mencintai dan menyayanginya, namun selalu ia sia-siakan dan tak pernah ia perhatikan. Hingga saat ia menyadari perasaannya, ternyata gadis ini malah sudah tidak memiliki rasa untuknya. Sakit. **** ~ Jika memang memendam rasa kepadamu begitu sulit dan menyakitkan, tapi mengapa hatiku enggan tuk menyerah saat ini ~ **** Teman-temannya bisa mulai membaca lagi ya, Kelanjutan dari kisah Sheino sudah up kembali yang pasti akan semakin seru cerita kedepannya. Up setiap hari Kamis ya! Ada perubahan judul ya gais! Jangan lupa follow akun ini dan Share cerita ini!
You may also like
Slide 1 of 8
HIGH SCHOOL ( END ). cover
Zenna Story cover
Luka dan Obatnya cover
Tentang Rasa cover
Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT] cover
LED ASTRAY cover
DIRGA cover
Mari Saling Bicara cover

HIGH SCHOOL ( END ).

22 parts Complete

Hay!!! Namaku Kamila, lengkapnya Kamila Anastasya Wijaya. Aku lahir di Kota Jakarta,kota metropolitan.Aku hidup dengan keluarga yang sederhana, semuanya serba berkekurangan. Namun kami mencoba untuk tetap mensyukurinya. Ayahku bernama Fiandani Purnama Wijaya,dan kami sering memanggil dia dengan sebutan papa Pian.Namun orang-orang sering memanggilnya bapak Fian. Ibuku bernama Modesta Pertiwi, namun kami sering memanggilnya mama Modesta orang-orang pun sering memanggil ibuku seperti itu. Aku juga memiliki 2 o rang saudara dan saudari kandung, yaitu seorang kakak perempuan bernama Amelia Claudianti Wijaya yang biasa dipanggil Kaka Amel dan adik laki-lakiku bernama Armando Julio Wijaya. Aku sangat bahagia memiliki mereka. Aku bersekolah di SMA Merah Putih, setelah aku lulus dari SMP Pelita Harapan. "Eh,,eh,, loe ngapain,,, awas ya kalo loe macam-macam" aku menjadi sangat ketakutan sembari melangkah mundur. "Udah diam ajah" ketusnya sembari terus membuka kancing kemejanya dan perlahan-lahan berjalan mendekatiku, sehingga aku tak bisa kemana-mana karena tubuhku telah bersandar pada sebuat tembok gerbang sekolah. Aku pun tak mampu berbuat apa-apa. "Eh loe mau ngapain,,, ehh jangan macam-macam ya,, gue teriak ni" ketusku dengan suara yang agak keras sembari menunjuk-nunjuknya dengan mata melotot dan wajah penuh kegelisahan.