A December To Remember

A December To Remember

  • WpView
    Reads 381
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 11, 2019
Brussels adalah hantu masa lalu Lennard 'Moreau' Huang dalam bentuk segelintir kenangan pahit. Dia baru sembilan tahun ketika dihadapkan pada kejadian demi kejadian yang mengubah drastis hidupnya : kehilangan seorang ibu, ditinggalkan oleh ayahnya, menjadi sebatang kara dan berpindah dari satu keluarga angkat ke keluarga lainnya. Namun setelah dewasa, dia justru mendapati dirinya duduk dalam kereta yang membawanya menuju Brussels untuk menggantikan sepupunya menjadi sukarelawan di sebuah yayasan sosial. Lennard mungkin tidak tahu kalau dia akan mendapatkan jawaban atas kebenaran yang selama ini diam-diam ingin dia ketahui.. atau bahkan sesuatu yang lebih baik.
All Rights Reserved
#518
eropa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Erlangga
  • 7 LENTERA | Complete ✓
  • [BOOK 1] The Villain Wants To Repent (BL)
  • Sylvester [Terbit √] | ⚠︎ SEBAGIAN PART DI HAPUS
  • Derena
  • Raine Van De Hunter's
  • Angkasa dan Cerita
  • Musim yang Tertinggal
  • Single Moms (End)
Erlangga

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines