Story cover for A December To Remember by myirismay
A December To Remember
  • WpView
    Reads 377
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 377
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Mar 14, 2019
Brussels adalah hantu masa lalu Lennard 'Moreau' Huang dalam bentuk segelintir kenangan pahit. Dia baru sembilan tahun ketika dihadapkan pada kejadian demi kejadian yang mengubah drastis hidupnya : kehilangan seorang ibu, ditinggalkan oleh ayahnya, menjadi sebatang kara dan berpindah dari satu keluarga angkat ke keluarga lainnya.

Namun setelah dewasa, dia justru mendapati dirinya duduk dalam kereta yang membawanya menuju Brussels untuk menggantikan sepupunya menjadi sukarelawan di sebuah yayasan sosial. 

Lennard mungkin tidak tahu kalau dia akan mendapatkan jawaban atas kebenaran yang selama ini diam-diam ingin dia ketahui.. atau bahkan sesuatu yang lebih baik.
All Rights Reserved
Sign up to add A December To Remember to your library and receive updates
or
#269hurt-comfort
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Sylvester [Terbit √] | ⚠︎ SEBAGIAN PART DI HAPUS cover
Posesif Brother and Indigo Girls cover
Sayap Yang Tak Pernah Satu cover
Di Masa Kita (Pernah Ada) cover
[BL] My Older Brother cover
BITTER AND SALTY [END] cover
Single Moms (End) cover
Bukan Rumah cover
[BOOK 1] The Villain Wants To Repent (BL) cover

Sylvester [Terbit √] | ⚠︎ SEBAGIAN PART DI HAPUS

63 parts Complete

Kisah ia sang jiwa asing di tubuh kosong tanpa jiwa. Ernest Lancer namanya. Seorang pemuda kuliah yang tertabrak oleh sebuah truk pengangkut batu bata saat dirinya sedang mengendarai mobilnya menuju rumah kecil miliknya. Kala Ernest mengharap kematian yang akan merengkuh dirinya, tapi malah kehidupan lain yang menyeretnya untuk Ernest jalani. Yaitu kehidupan seorang remaja Sylvester Dimitri. Yang katanya seorang anak terabaikan, serta anak tak berguna dari Dimitri sang marga terpandang. Ernest harus menjalani kehidupan tersebut. Karena, bagaimanapun juga dirinya itu hanyalah manusia yang sudah ditakdirkan untuk berperan sesuai dengan skenario yang telah tertulis. Lagipula, jika Ernest ingin protes, dirinya harus protes pada siapa? Pada takdir yang tidak berbentuk itu? Pada si penulis skenario? Atau pada dunia yang dirinya sedang injak saat ini? Ernest tidak tahu. Maka dari itu, dirinya hanya harus menjalani. Walau mungkin akan ada sebuah kesialan. Kesialan yang berbentuk sebagai perhatian, kasih sayang, serta obsesi yang melebihi sebuah kegilaan. Semua itu pasti akan tertulis di jalan skenario kisah barunya. Kisah seorang jiwa asing di tubuh kosong tanpa jiwa. ---------- Sudah mengalami revisi dan ada beberapa perubahan di beberapa chap....