[Bukan] Dongeng

[Bukan] Dongeng

  • WpView
    Reads 222
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 30, 2019
Dongeng yang dituturkan secara turun menurun memperkaya khasanah nusantara. Biasanya dongeng diperdengatkan saat meninabobokkan anak. Dalam dongeng secara umum mengandung nilai-nilai kehidupan. Maka dengan dongeng menjadi mudah mentransfer suatu nilai pada generasi berikutnya. Sayangnya tidak semua dongeng memiliki nilai yang sejalan dengan Islam. Bahkan ada dongeng yang malah menyisipkan nilai yang bertentangan dengan ajaran Islam. Kumpulan cerpen [Bukan] Dongeng disadur dari dongeng yang familiar namun saya mengeksekusinya sesuai ajaran Islam.
All Rights Reserved
#317
budaya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ARTHEMYTH : The wolf, The curse, and The tears.
  • Surat Untuk Takdir [ ON GOING ]
  • Persona : Wajah
  • Santet Pring Sedapur
  • Dibalik Pintu [Bts Horor]
  • 2. Gending Alas Mayit
  • My Beloved
  • KEJAWEN : jilid 1
  • Kumpulan Dongeng Fantasi, Abadi Sepanjang Masa
  • 7 Malam Setelah Nenek Meninggal (TAMAT)

Tidak ada yang benar-benar hilang di hutan itu. Hanya tertelan. Dan menunggu ditemukan lagi dalam bentuk yang tak sama. Mereka bilang, setiap beberapa dekade, hutan membuka matanya. Ia lapar, menuntut upeti. Tapi bukan daging yang ia inginkan. Bukan tulang. Yang ia inginkan adalah sesuatu yang lebih lembut. Lebih hangat. Sesuatu yang masih bisa menjerit. Anak-anak. Gadis-gadis kecil. Anak laki-laki yang belum sempat bermimpi. Dan selalu ada seorang ibu. Seorang yang cukup hancur untuk menyerah. Cukup lelah untuk percaya bahwa mengorbankan satu bisa menyelamatkan yang lain. Cukup bodoh... atau cukup tahu, bahwa menolak berarti kehilangan semuanya. Mereka menyebutnya dongeng. Legenda tua untuk menakuti anak-anak. Tapi mereka lupa sesuatu yang penting. Dongeng tidak pernah lahir dari ketiadaan. Dongeng... adalah jejak darah yang disamarkan dengan puisi. Dan malam ini, seekor kambing hitam berjalan melewati pintu yang terbuka. Ia menoleh ke si ibu, dan berbisik: "Sudah waktunya."

More details
WpActionLinkContent Guidelines