I'm Tired (END)

I'm Tired (END)

  • WpView
    Reads 57,785
  • WpVote
    Votes 2,324
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 6, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Ini adalah kisah seorang gadis baik, cantik, pintar, kaya. Banyak orang bilang hidupnya sangat sempurna, tapi tidak bagi gadis ini bagi dia hidupnya sangat menyedihkan. Dia tak pernah mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya karena orang tuanya hanya memikirkan uang, hingga pada suatu hari dia bertemu dengan seorang pria yang membuat hidupnya yang awalnya tidak memiliki warna menjadi hitam putih lalu seiring berjalannya waktu hidupnya telah berwarna. Akan tetapi dia tetap merindukan orang tuanya meskipun ada sahabat dan pacarnya, sehingga dia mulai LELAH dengan hidupnya. Don't forget to vote, comment, follow, tambahin ke reading list, tambahin ke perpustakaan and share ke temen temen kalian!!! DILARANG KERAS COPY PASTE!!! Di buat untuk di baca bukan untuk di copy paste...
All Rights Reserved
#262
penyakit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Raga Arga  [Sudah Terbit]
  • Deberìa Redirme? (End)
  • ECCEDENTESIAST (COMPLETED)
  • Perfect Queen
  • Let Me Love You Longer
  • ADARA [End]
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Different [END]

Jika ditanya apa yang spesial dari kehidupan si kembar, Raga dan Arga, mungkin jawabannya tidak ada, andai keduanya tidak pandai-pandai bersyukur. Bagaimana tidak, kepergian sang bunda menjadi titik awal kehidupan mereka yang sesungguhnya. Getir pahit melekat di dalamnya. Arga disalahkan oleh neneknya atas kepergian sang bunda. Lantas rasa bersalah dan trauma yang begitu besar terpatri kuat dalam dirinya, sejak saat itu hidupnya berubah seiring dengan jiwa yang bergonta-ganti mengisi raganya. Kadang, ketika bangun tidur Arga akan merengek layaknya anak kecil yang mencari bundanya. Kadang juga Arga menjadi sosok yang membenci dirinya sendiri, menghancurkan cermin yang ada di kamarnya, lalu berujung menyakiti dirinya sendiri. Raga, nyatanya wajah tampan dan unggul dalam basket tak lantas membuatnya dipandang. Bagi teman sekelasnya, Raga tak lebih dari sampah yang harus cepat-cepat dibersihkan. Bukan Raga tak mau melawan mereka, hanya saja rasanya percuma, mereka terlanjur menjadi budak sekolah yang gila nilai. Lalu, mampukah keduanya menjalani dan melawan segala getir pahit dalam kehidupan? Atau memilih menyerah, berpasrah pada Tuhan? *** Bukan skenario hidup seperti ini yang aku inginkan, memerani tiga tokoh sekaligus dalam satu kali kesempatan hidup. Andai bisa aku ingin terlahir kembali menjadi aku yang hanya satu- Samudra Arga Pratama Aku lelah menjadi senja yang ditunggu dan dikagumi di penghujung waktuku-Samudra Raga Dwitama *** Takkan gugur daun yang menguning itu jika memang belum habis waktunya. Takkan turun rintik hujan itu sekalipun langit telah menggelap jika memang belum saatnya. Pun dengan jantung yang takkan berhenti berdetak jika memang Tuhan belum berkehendak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines