Api Unggun VS Kutub Es

Api Unggun VS Kutub Es

  • WpView
    Membaca 118
  • WpVote
    Vote 9
  • WpPart
    Bab 5
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Jun 5, 2019
WpInfo
Fiksi
Romansa
Romantis. Ke bayang gak sih cewek tomboy dan tingkat kegalakannya level atas bisa bersatu sama cowok yang cool? Astaga cowok pendiam dan dingin tak tersentuh. Mereka masih remaja labil tapi memiliki pendirian yang teguh. Pecinta alam. Yep,mereka di pertemukan dalam organisasi pecinta alam yang biasa disebut "PRAMUKA". Gimana kisah mereka saat di kegiatan pramuka seperti Perkemahan?Penjelajahan?Bakti sosial?Bikin iri sob.wkwk Setiap tapak jejak di jalan yang mereka jalani merupakan bukti kisah mereka yang tak satupun dapat mengetahuinya hanya Tuhan sang skenario yang tau. Dan takdir berkata kisah mereka akan jadi kisah terkonyol yang mereka rasakan sebelum beranjak dewasa. Setelah dewasa? Entahlah hanya waktu yang kan menjawab "Es butuh api untuk mencairkannya"
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#422
konyol
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • RINJALANG [Completed]
  • Mr. D [ Kisah Nyata KKN ]
  • KEPINCUT BRONDONG
  • Pramuka In Love (END)
  • JATUH GAK CUMAN SEKALI
  • 20. Pamanku Brondong Mesum (FIN)
  • Nada Rahasia di Antara Kita
  • Cinta Di Anak Pramuka

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan