We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
SEROTONIN : "Senang dan Sedihku ada padamu"

SEROTONIN : "Senang dan Sedihku ada padamu"

  • WpView
    Reads 83
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 30, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Bagai langit yang bersama senja pada sore hari. Tak selalu bisa bersama walaupun senja menginginkannya. Langit bahkan akan bertemu bintang dan bulan yang sangat indah pada malam hari. Bertemu sang surya yang lebih bersinar pada siang hari. Lalu apa yang bisa diharapkan senja dari langit? Suatu kemustahilan untuk selalu bersama. Pada akhirnya senja hanya bisa berkata "Sore hari adalah waktu terindah untukku. Bisakah aku berharap pada tuhan untuk menghentikan waktu pada saat kamu bersamaku langit? Aku tau, kau bukan langit yang bisa ku miliki, bukan langit yang bisa ku nikmati sendiri. Aku sadar jika permintaanku pada tuhan itu salah. Untuk itu, sepertinya aku hanya bisa minta satu hal pada tuhan. Yaitu TETAPLAH MENJADI LANGIT MILIK SENJA WALAUPUN HANYA PADA SORE HARI"
All Rights Reserved
#15
sirius
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit.
  • Seindah Senja
  • Senja dan Langit
  • Senja dan Sabda ( Baca Part Lengkap Di Karyakarsa)
  • Universe Sky
  • Terikat Cinta
  • Istri Mudaku
  • langit biru
  • Aspettare
  • LANGIT SENJA [TERBIT]
Langit.

Dari Langit, untuk senja yang selalu terlihat indah apa adanya. Senja, jujurlah, kau sudah lama kan kehilangan perasaanmu? Kau sudah lama kan mengagumi bumi akhir akhir ini? Aku sudah tau, Senja. Langitmu sudah tau. Senja, harusnya kau tak datang padaku sejak awal. Harusnya kau tak merasa kasihan dengan kesendirianku. Apa aku yang salah, sudah jatuh cinta padamu? Ini bukan perkara tentang hatimu. Ini tentang isi hatiku. Isi hati langit yang bisu. Isi kerinduan semesta yang tak pernah dapat terungkapkan. Senja, mengapa kau masih disini? Mengapa kau masih harus ada di sela sela hari sepiku? Mengapa kau harus menunjukkan tatapan itu padaku? Senja, aku memang kesepian. Tapi bila memang perasaanmu sudah lama berubah, tak apa, pergilah. Senjaku, Langitmu tetap mencintaimu apa adanya. Bahkan saat ia tau kau tidak pernah mencintainya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines