We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
KATAKANLAH BIAR AKU TAK BERHARAP

KATAKANLAH BIAR AKU TAK BERHARAP

  • WpView
    Reads 151
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 21, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
dua hal di dunia yang di tunggu oleh makhluk cipta'annya, yaitu pertemuan dan perpisahan, meskipun banyak dari mereka yang pernah merasakan bagaimana manisnya pertemuan dan sakitnya perpisahan, namun itu bukan menjadi penghalang dari mereka untuk tetap menjejaki setiap langkah yang di lewati. Pertemuan di kala itu sungguh sangatlah romantis bagaikan romeo dan juliet yang baru bertemu karena terpisahkan oleh ketidak adilan waktu terhadap mereka berdua. Aku menatap dirinya hingga aku benar - benar memastikan bahwasannya seseorang yang aku perhatikan di hadapanku sungguh memikat, bagiku sore tidak akan sempurna keindahannya tanpa di temani oleh aku dan dia. Aku merasakan betul bagaimana getaran itu ku rasakan, aku mencoba memahami hati yang terus menerus memintanya untuk tidak berpindah dari hadapanku. Shinta " Aku Jatuh Cinta " sedikit ucapan hati yang mampu menggoyang seluruh kepercayaanku terhadap dirinya lantas pandangan pertama yang aku rasakan sedikit berbeda dari pada biasanya. Tidak butuh waktu lama untuk membuat hati ini bahagia, dan tidak butuh tempat mewah untuk memenuhi rasa puas, cukup ada di sampingnya dan berbicara mengenai balasan perasaan darinya pun sudah membuatku terbang.
All Rights Reserved
#541
kisahkita
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Erlangga
  • Sekali Lagi (End)
  • Still Ours [Hiatus]
  • Terjebak Diwaktu Yang Sama
  • Traces in the Light
  • Aku Begitu Mengagumimu ♡ [BERES📖]
  • Cinta Tapi Cinta?
  • Fall for You
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
Erlangga

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines