Kincir Angin [On Going]

Kincir Angin [On Going]

  • WpView
    Reads 240
  • WpVote
    Votes 51
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 1, 2019
Kincir angin itu sama seperti roda. Posisinya nggak selalu di atas, nggak juga selalu di bawah. Kalo baling-balingnya ditiup angin, yang di bawah pasti berpindah jadi ke atas, begitu juga yang di atas. Tapi, tunggu waktunya tiba. Jadi, kamu nggak usah sedih. Suatu saat nanti, sesuatu yang kamu harapin, akan segera kamu dapatkan kalau emang udah waktunya. -Anonim
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Antara Pagar dan Perasaan
  • I Love You
  • FRIENDzone (Completed)
  • coward
  • Diary of Selena
  • Our Times (Completed)
  • ALEAGAS [END]
  • BEGIN ; our journey
  • Kelas A [End]
  • Andira [End]

Arvino Reyhan Dirgantara - atau Ehan, dikenal sebagai cowok kalem, sedikit dingin, dan susah ditebak. Sementara Azalea Vianita Anjani - atau Aza, cewek ceria tapi gengsian, selalu punya jawaban sarkas untuk semua hal yang berbau romantis. Mereka duduk di kelas yang sama. Satu sekolah. Satu lingkungan. Bahkan... satu gang rumah. Hubungan mereka? Jauh dari kata akrab. Saling lempar pandangan malas tiap papasan. Saling sindir kalau disuruh kerja kelompok bareng. Dan saling tutup telinga soal gosip yang nyebar soal "cocok-cocokan" dari teman sekelas. Tapi segalanya berubah saat hujan turun deras di suatu sore, dan satu payung mempertemukan mereka di bawah langit abu-abu. Sedikit demi sedikit, percakapan yang awalnya dingin mulai menghangat. Tatapan yang awalnya biasa, jadi terasa beda. Masalahnya? Mereka terlalu gengsi untuk jujur soal perasaan masing-masing. Di antara pagar rumah yang hanya dibatasi semak kecil, dua hati diam-diam tumbuh rasa - meski belum siap untuk mengakuinya. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines