We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
BAD BROTHER🔞Kang Daniel

BAD BROTHER🔞Kang Daniel

  • WpView
    Reads 125,449
  • WpVote
    Votes 1,481
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 14, 2019
WpInfo
Fanfic
Wanna One
"kak lo-- lo mau apain gua?" ucap naya dengan suara bergetar akibat ketakutan. "hustt diem nay! Lo tenang aja deh gak bakal sakit" ucap daniel sembari mengelus pipi mulus naya. "kak gua ini adek lo. Lo ga pantes berlaku kaya gini sama gua" ucap naya menahan emosinya. "cih apa lo bilang? Adek? Haha sadar nay lo itu cuma adek pungut! Inget itu adek pungut!" ucap daniel dengan nada penuh penekanan. Warning🚫 Mengandung unsur dewasa🚫 Bijak-bijaklah memilih bacaan🚫
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUMANTARA
  • Vericha Aflyn ✔️
  • Aksara Lingga
  • 𝘖𝘯𝘭𝘺 𝘠𝘰𝘶 (END)
  • LINE ~ Chanyeol
  • ALVANSA [Completed]
  • Don't leave me;�✔
  • K I N G [Completed]
  • Please, Love Me (END)
BUMANTARA

PLAK!!! Suara tamparan keras yang menghantam pipi seorang gadis yang tengah meringkuk di atas dinginnya lantai toilet. Gadis itu tak melawan, dia hanya diam sambil menatap nanar pada lantai, dia Naya Rivera. "ANJ**G! gak guna lo!" maki seorang siswi itu, sambil sesekali menendang tubuh gadis malang itu. "Maaf." ucap Naya itu dengan nada bergetar, hanya kata itu yang bisa dia ucapkan di balik rasa takutnya. Cih! Bukannya merasa kasihan, siswi itu malah semakin membabi buta dengan menarik keras rambut Naya, lalu mencengkram kuat-kuat rahang Naya. "Apa? maaf lo bilang?! Kata maap lo gak cukup buat nilai tugas gue jadi 100 tolol! Dasar anak pelac*r!" keras dan tidak tahu rasa terima kasih, itulah Rossalia Maharani. Menjadikan Naya sebagai budak untuk mengerjakan semua tugasnya. Naya memang terkenal akan sifat lugu serta kepintarannya, dan Rossa berpikir bahwa mengapa dia tidak memanfaatkan itu semua bukan? Tuntutan akan keluarga Rossa, yang menekan anaknya untuk menjadi yang paling utama dalam hal apapun, apalagi masalah prestasi di sekolahnya. Bagi Naya, sekolah ataupun rumah itu sama saja, iya sama saja tempat yang menyakitkan. Disaat orang lain merasakan rumah menjadi tempat ternyaman, namun itu tidak berlaku bagi Naya. Tamparan bahkan pukulan sudah menjadi bagian yang Naya dapatkan setiap harinya. Tak ada yang menyayanginya, tak ada yang mampu mengerti keadaannya, tak ada seorangpun. Ibu nya? Tidak, dia sama saja seperti orang lainnya. Teman? itu apa lagi, Naya sama sekali tidak mempunyai teman. "Mana ada orang yang mau berteman dengan orang udik seperti saya" pikiran itu yang selalu tertancap keras di pikirannya. Apakah Naya mampu melawan setiap kesedihan nya? Akankah Naya merasakan kebahagiaan seperti yang orang lain rasakan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines