"Di rumah ini enggak ada perempuan yang jadi ratu, apalagi dia cuma seorang menantu." Awalnya perkataan itu Vira dengar dari mulut mertuanya, namun semakin lama suaminya jadi ikut-ikutan mengatakan hal yang sama. Sebenarnya apa yang salah? Kenapa laki-laki yang dulu begitu mencintainya, kini memiliki pemikiran yang sama dengan mertuanya yang sering kali menyiksa batinnya. Padahal selama tinggal di sana, Vira selalu melakukan pekerjaan rumah dan melakukan apa saja yang mereka inginkan, namun nyatanya semua perjuangan dan pengorbanannya tak membuat mereka bersyukur akan kehadirannya. Lalu apa yang akan Vira lakukan kedepannya? Bertahan atau justru pergi meninggalkan?
Detail lengkap