Wanita Panggilan

Wanita Panggilan

  • WpView
    Reads 194,943
  • WpVote
    Votes 2,254
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 4, 2020
TIDAK SELAMANYA AWAN MENDUNG DAN TURUN HUJAN. ADA MASANYA MATAHARI TERBIT MENYINARI KEGELAPAN Thalia, gadis muda yang dirusak oleh om nya sendiri akhirnya menenggelamkan diri dirumah bordil demi melanjutkan sekolah dan membesarkan buah hatinya. Akankah Thalia menemukan kebahagiaannya ? Bersama Rio, cinta semasa SMAnya atau Raka, pelanggannya di rumah bordil? WARNING ⚠️ KONTEN 21+ MOHON BIJAK MENANGGAPI 🙏 Terus ikuti part demi part yang disuguhkan. Jangan lupa Follow dan Voting 😉 BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA ❗ . . . . . . . . Mari saling menghargai karya orang lain. Selamat membaca ☘
All Rights Reserved
#753
sadness
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kamu yang kusebut RUMAH (Gratis)
  • Honor In Vengeance (END) ✅
  • Bayar dengan Tubuhmu [END]
  • Get Ready For The Brother
  • Glamour (COMPLETED)
  • ...
  • Hold Me With Your Lies [END]
  • Memories in the Making [END]

Cerita selesai. Lengkap. ❤️ Puspa pernah berharap Arya adalah jawaban dari setiap doa yang ia langitkan. Sebuah pemberian terindah dari dunia yang seringnya mengecewakan. Tetapi pada akhirnya, laki-laki itu justru menjadi salah satu cobaan dari sekian ujian yang harus Puspa lapangkan. Setelah perceraian orangtua yang diawali dari ratusan pertengkaran hebat di hadapan Puspa, wanita itu kembali dipatahkan oleh seseorang yang seharusnya ia jadikan tumpuan. Arya Adiputra, kekasihnya. Puspa jatuh, terbuang dan sekali lagi merasa tersisihkan. *** "Aku ingin kita putus." Puspa membisu, bingung lebih tepatnya. Hubungan mereka baik-baik saja karena selama ini Puspa cenderung menjadi wanita yang penurut di depan Arya. Selama ini tak pernah sekalipun Puspa menuntut lebih. Bagi Puspa, dengan Arya yang mencintainya itu sudah lebih dari sekedar cukup. "Tapi ... bukankah selama ini kita baik-baik saja, Bii?" tanya Puspa mulai khawatir. "Aku merasa hubungan kita hambar, monoton. Maaf Puspa, keputusan saya sudah final." Cover design by canva photo by Pexel (creator : Gabriel Bastelli - license : free to use)

More details
WpActionLinkContent Guidelines