Wanita Panggilan

Wanita Panggilan

  • WpView
    Reads 194,943
  • WpVote
    Votes 2,254
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 4, 2020
TIDAK SELAMANYA AWAN MENDUNG DAN TURUN HUJAN. ADA MASANYA MATAHARI TERBIT MENYINARI KEGELAPAN Thalia, gadis muda yang dirusak oleh om nya sendiri akhirnya menenggelamkan diri dirumah bordil demi melanjutkan sekolah dan membesarkan buah hatinya. Akankah Thalia menemukan kebahagiaannya ? Bersama Rio, cinta semasa SMAnya atau Raka, pelanggannya di rumah bordil? WARNING ⚠️ KONTEN 21+ MOHON BIJAK MENANGGAPI 🙏 Terus ikuti part demi part yang disuguhkan. Jangan lupa Follow dan Voting 😉 BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA ❗ . . . . . . . . Mari saling menghargai karya orang lain. Selamat membaca ☘
All Rights Reserved
#753
sadness
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in the Making [END]
  • Kamu yang kusebut RUMAH (Gratis)
  • Hold Me With Your Lies [END]
  • ...
  • Get Ready For The Brother
  • Honor In Vengeance (END) ✅
  • Bayar dengan Tubuhmu [END]
  • Glamour (COMPLETED)

[Reading List @RomansaIndonesia - SPOTLIGHT ROMANCE OF NOVEMBER 2023] Menjadi lebih dekat dengan seorang Adhyaksa Januar merupakan suatu hal yang tak pernah berani Xenna Adhika bayangkan, apalagi menjalin yang namanya sebuah hubungan romantis. Namun, Xenna melupakan fakta bahwa skenario Tuhan memang selalu penuh kejutan. Dan, di usia Xenna yang ke-22, kedua hal tersebut nyatanya betul-betul terjadi dalam hidupnya. Hubungan itu pada akhirnya berhasil dibangun dengan berbagai ketakutan--akibat segala permasalahan yang sudah menimpanya--yang berusaha Xenna abaikan. Awalnya memang berjalan tanpa halangan, sampai apa-apa saja yang Xenna khawatirkan perlahan-lahan mulai berdatangan. Lantas, tibalah pada satu masa di mana Janu dan Xenna nyaris meratapi kehilangan. Adalah sebuah masa, di mana sepasang insan tersebut dihadapkan oleh kenyataan bahwa kemungkinannya, seluruh waktu yang telah mereka habiskan guna menciptakan berbagai momen berharga hanya akan berakhir menjadi serangkaian memori yang mampu mengundang kepahitan kala dikenang-kenang. --- © June 2023 by Dinda Arula

More details
WpActionLinkContent Guidelines