We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Dear You,

Dear You,

  • WpView
    Reads 1,015
  • WpVote
    Votes 137
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 28, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
*** Ini kisah tentang, Andrea Mevida. Seorang siswi biasa yang menyukai seorang pemuda yang notabenenya merupakan seorang famous di sekokahnya. Bukan tentang bagaimana ia mendapatkan hati sang pujaan hati, tapi tentang bagaimana ia berusaha merelakan ketika sang pujaan hati juga disukai oleh sahabatnya sendiri. Namun, setiap ia ingin merelakan, pemuda itu selalu hadir seolah tak membiarkan ia untuk lupa. Apakah Andrea tetap bertahan? Atau malah tetap berusaha untuk merelakan orang yang ia sukai? - "Karna gue pikir, solidaritaslah yang terpenting di atas segalanya." - Andrea Mevida "Solidaritas boleh, tapi jangan sampe ngorbanin perasaan elo sendiri." -Dave Alviero ***
All Rights Reserved
#64
andrea
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • Senja dan Mentari
  • Friendzone
  • Dear Heart ✔
  • Let Me Love You Longer
  • Vandra [Completed]
  • LOVE OF THE PAST
  • LUKA
  • FRIENDzone (Completed)
  • HIDDEN I (The End)

"Tolong ceritakan padaku, bagaimana rasanya mempunyai keluarga yang utuh? Tolong jelaskan padaku, bagaimana rasanya hidup tanpa setitik luka yang menerpa! Aku ingin bahagia seperti mereka! Walau hanya satu kali saja!" Cinta dan Luka sama-sama Zeline rasakan, tetapi luka itu hadir lebih unggul daripada rasa cinta yang nyata, bukan hanya omong kosong tidak berguna saja. Ruang Zeline sepi, ruang Zeline kelam, bantu Zeline keluar dari ruang depresi. Zeline tidak pernah merasakan, bagaimana rasanya disayang, dimanja, dan diperhatikan. Hari demi hari, detik demi detik, yang Zeline nanti yaitu perdamaian kedua orang tuanya. Zeline merasa banyak kurangnya, Zeline menginginkan ketulusan yang sebenarnya, bukan hanya kata permainan perasaan saja. Sejak kecil, beranjak remaja Zeline menyaksikan perseteruan itu masih saja terasa. Rasa sesak terasa di dalam dada, seketika atmanya mulai merasa bahwa diri ini tidak ada apa-apanya. Bahkan sampai nafas berakhir sekalipun, Zeline akan terus berusaha untuk menerimanya, sampai Sang Maha Kuasa berkata. "Waktunya beristirahat dengan tenang." Ditulis oleh: CALGHIFARI Start: 25 November Finish: (?)

More details
WpActionLinkContent Guidelines