Rank #2 teman rasa pacar [4 Januari 2020]
Rank #3 teman rasa pacar [18 Januari 2020]
Rank #2 teman rasa pacar [24 Maret 2020]
Rank #5 aline [24 Maret 2020]
Rank #5 menikung [24 Maret 2020]
Rank #9 surya [24 Maret 2020]
Rank #7 favorit [21 April 2020]
Rank #4 aline [8 Mei 2020]
Rank #1 teman rasa pacar [16 Mei 2020]
Rank #8 alfi [14 September 2020]
Rank #2 menikung [22 November 2020]
Rank #2 cintadiamdiam [8 Juni 2021]
Rank #1 cintadiamdiam [6 Juli 2021]
Rank #1 cintadalamdoa [9 Agustus 2021]
Rank #1 temanrasapacar [19 Oktober 2021]
***
⛔WALAUPUN CERITA INI UDAH SELESAI, MOHON TETAP VOTE DAN KOMEN
***
Cerita ini di adaptasi dari cerita nyata.
Jadi, DILARANG KERAS ADANYA PLAGIASI DALAM BENTUK APAPUN!!!🚫
***
Jika suatu hari nanti kamu tau perasaanku dan persahabatan kita berubah, aku bakal minta sama tuhan untuk hapuskan hari itu.
~Reina Angeline~
***
Memang benar kata orang bahwa tak ada yang namanya persahabatan antara laki-laki dan perempuan. Reina Angeline, sosok gadis yang rela melihat dan memberikan semangat pada Aldo -sahabatnya- agar bisa mendapatkan cintanya.
"Rein, gue lagi suka sama cewek nih," ujar Aldo saat Reina sedang bermain di kamarnya di suatu sore.
"Wahhhhhhh, siapa?" tanya Reina dengan memberikan senyum palsunya.
"Keysa," jawab Aldo dengan enteng.
"Deketin, ajakin pacaran, terus jangan lupa traktiran buat gue ya,"
Reina ikhlas, sungguh, jika Aldo bersama dengan Keysa. Tapi ia tak menyangka jika akhirnya Aldo lebih memilih bersama dengan sosok orang yang sangat ia percayai selama ini. Ia seperti ditusuk dari belakang.
***
Start : 1 Januari 2020
Finish : 21 Agustus 2020
Mohon budayakan follow sebelum membaca ⛔
[Follow sebelum baca]
"Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan.
"Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha.
Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba"
Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya.
Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro.
Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva.
Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi.
"Mau kemana?"
"Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga"
"Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?"
Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini.
Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya!
#rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021]
#rank 1 in Umum [23 -10 - 2021]
#rank 1 in Umum [30 -10 - 2021]
#rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021]
#rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021]
#rank 1 in School [08 -12 - 2021]
#rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021]
#rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022]
#rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022]
#rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022]
#rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]