Kesempurnaan Luka

Kesempurnaan Luka

  • WpView
    Reads 37
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 15, 2019
Kata "LUKA" identik dengan rasa kecewa, tersakiti, bahkan patah hati. Namun apakah layak, orang yang kita cintai menjadi sumber luka? Disentuhnya pun tak pernah, lantas mengapa harus merasa tersakiti? Disaat orang yang kita rasa sempurna untuk dimiliki hilang begitu saja, alabatan leungit ditelan bumi, apa yang akan kita lakukan? Akankah kita bertanya pada langit, bulan, dan bintang? Haruna Anastasya, gadis turunan Jepang akan merasakan segala bentuk luka, baik luka masa lalu maupun luka masa kini. Namun jangan dikira kalau segala bentuk luka itu adalah kesedihan. Karena dibalik itu semua tersimpan makna yang mendalam, terdapat hikmah di dalamnya. "Luka tak bermakna jika tak dirasa. Bahagia tak tercapai jika dilalui dengan mulus tanpa cobaan."
All Rights Reserved
#757
teenagers
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • 𝐓𝐢𝐭𝐢𝐤 𝐓𝐞𝐦𝐮 || 𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • LAKSADEKA
  • ANTARA KITA
  • JUNGKIR BALIK DUNIA ANDARA
  • I'm Alessa
  • The Secret Of Us
  • love and hate
  • Jovanka dan Abang Kembar

Azela Raulika, seorang gadis yang tampak memiliki segalanya-kecantikan, keluarga, dan masa depan yang cerah-namun di balik itu semua, ia menyimpan luka yang dalam. Hidupnya tak pernah sama sejak kehilangan ibunya, meninggalkan dia bersama ayahnya yang keras dan tak pernah mengerti. Setiap hari, Azela terjebak dalam kesepian yang mengerikan, merasakan beratnya dunia yang terus memandang dirinya sebagai sosok yang tak pernah cukup. "Ayah, kenapa harus aku?" adalah pertanyaan yang selalu terngiang dalam benak Azela, sebuah pertanyaan yang tak pernah terjawab. Ayahnya, yang dulu penuh kasih, kini hanya tampak seperti sosok asing yang lebih suka menambah luka daripada menyembuhkannya. Perlakuan dingin dan kemarahan yang tak terduga membuat Azela merasa dirinya hanyalah beban, bukan anak yang layak mendapatkan cinta dan perhatian. Namun, di balik setiap tamparan dan kata-kata tajam, Azela hanya ingin satu hal: 'dimengerti' , 'dihargai' , dan yang terpenting, "pulang ke pelukan kasih sayang yang telah lama hilang". Tapi, semakin dia mencari, semakin tak ada yang datang. Lelah dengan segala harapan yang pupus, Azela harus bertahan dalam dunia yang terasa semakin sunyi dan tak adil. Apa yang akan terjadi ketika seorang anak merasa tak pernah cukup di mata ayahnya sendiri? Akankah Azela menemukan jalan keluar dari kesunyian ini, atau takdir akan terus membawa luka yang semakin mendalam? #Jangan lupa vote komen dan juga follow, jangan cuma baca aja yaaa readrs..... #Oke langsung masuk je cerita aja ya.....

More details
WpActionLinkContent Guidelines