26 partes Continúa Asmara Anjani enggan jatuh hati, dia membekukan hati nya. Bagi Anjani, dunia tak lagi berpihak, ia hanya hidup karena ia masih hidup. Hari-hari nya sama; bekerja, meneguk teh melati yang tak pernah ia sukai dulu, atau sekedar memandangi indah nya Bogor sore hari.
Perkenalan yang dilakukan dengan senior nya di Rumah Sakit, membawa ia berhubungan dengan Ghaalib Tomia. Pemuda milik negara yang tak pernah masuk dalam kriteria hidup nya membawa Anjani menemukan makna bahwa mencintai bukan untuk merendahkan. Ia hanya ketakukan harus ikut handil dalam perang yang selalu dikalahkan perempuan. Dan, akhirnya apakah ia akan menang menjadi perempuan yang berperang dengan mencintai milik negara?
"Perjudian terbesar ku adalah mencintai prajurit milik negara."