Hai filosofiku, apa kabarmu saat ini?
aku harap kau baik baik saja sekarang. aku rindu masalalu ku, aku sangat rindu. entah tentang hal senang ataupun sedih. setiap peristiwa yang kutemui, selalu mengingatkanku seolah olah menyuruhku kembali ke masalalu. apa boleh aku menyapamu? tenanglah, ini hanya sekedar sapaan hangat. lagi pula, aku juga tak berharap, tak akan, tak pernah, dan tak ingin menerima kenyataan jika kau harus kembali kemasa sekarang kepadaku. tuhan tak perlu mengulang waktu untuk membuatku merasakan kembali nikmat ataupun sakit dimasalalu.biarlah rinduku ini kutabggung sendiri. biarla rindu ini menjadi beban untukku. dan untukmu? berbahagialah dengan bahagiamu sekarang. jangan pedulikan masalalumu.
rindu tapi kadang membenci, ketika mengenalnya seperti disulap menjadi buta akan cinta, aku orangnya tulus kalo kamu hanya ingin mampir lebih baik pergi, karena kau tahu yang sedang kau jalani sekarang bersamaku itu adalah soal hati dan perasaan. akhirnya takdir tuhan tidak slalu mendukung soal hubungan yang pernah kita jalin, kau meninggalkan ku lalu kau pergi. tak terasa kita sudah menjadi asing, apakah ini tujuan tuhan mempertemukan kedua insan yang tadinya saling menyayangi berubah kembali asing? -khy