Memories

Memories

  • WpView
    Reads 83
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 20, 2021
Waktu itu, pertama kalinya kita bertemu. Kamu adalah anak pindahan dari kota yang entah bagaimana bisa berada disini. Hubungan kita tak sebaik yang orang pikirkan, tak seindah yang orang bayangkan. Kita hanya dua insan yang pernah saling mengenal, hanya saling kenal. Entah apa yang membuatku jatuh hati, kau sungguh memesona ketika itu. Kamu yang berbadan tinggi dan berkulit kuning langsat dengan senyum yang sangat manis. Membayangkannya saja sudah membuatku jatuh hati, lagi dan lagi. Walaupun ingatanku mulai memudar tentang masa remaja itu, untuk pertama kalinya aku jatuh hati dan memendam rasa selama bertahun-tahun. Aku takut jika kamu menjauh ketika mengetahui perasaan ini, aku hanya ingin tetap bisa bersama denganmu walaupun hanya sebatas teman. Aku memang sebodoh itu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Regrets of Love
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • FOR SURE
  • About Time
  • Kelas A [End]
  • Ilusi
  • DEVIAN [END]
  • Satu Langkah
  • When We Meet Again

Kamu berhasil menyadarkanku makna cinta yang sesungguhnya. Semua tampak jelas bagaimana caramu menjagaku. Hingga aku mendengar kata yang sudah lama kunanti terucap dari bibirmu. Cinta... Begitulah kedengarannya, sangat manis bukan? Tapi tidak bagiku. Kamu mampu menanam kuat kata cinta dalam hatiku dan membuat kata cinta menjadi hancur. Mungkin bagimu cinta telah lenyap begitu saja terbawa oleh angin, sama seperti jiwamu yang telah hilang di mataku, namun tidak di hatiku. Suatu ketika dia hadir membawa cinta. Aku mulai meragukan apakah cinta benar nyata. Haruskah kubuka kembali pintu hatiku yang telah lama tertutup karena kamu berada didalamnya? Sanggupkah aku melupakanmu dan membuang jauh kenangan yang telah kita ciptakan? Apa mungkin jika suatu saat nanti kamu dan dia berada dalam satu hati yang sama? Sangat disesali jika hal itu benar terjadi. Namun, dia mewujudkan kemungkinan itu dengan caranya sendiri. Akankah kusebut kisah yang Tuhan gariskan adalah penyesalan cinta?

More details
WpActionLinkContent Guidelines