Second Chance
  • Reads 1,315
  • Votes 176
  • Parts 20
  • Reads 1,315
  • Votes 176
  • Parts 20
Ongoing, First published Mar 15, 2019
[Versi Lokal]

"Gue byr byr sendiri, bljr bljr sendiri, kok lu repot sih kalo gue ikut SBMPTN? Urusin aja hidup lu tuh jan ngurusin hidup orang mulu.
"Hinata mendengus org-org yg kerjaannya nyinyir.

Ya Hinata hanya sedikit dari segelintir  mahasiswa yg berniat mengikuti SBMPTN lagi.

Meski Hinata sering dinyinyirin teman-teman kampusnya hinata sabodo teing.

"Hin kok lu ikut SBM lagi? Emg gak takut ditolak?"Ucap Sasuke sahabatnya Hinata.

"Suka-suka gue. Harusnya lu bangga punya tmn kyk gue. SBM yg blm jls lolos tdknya aja gue perjuangin gmn tar hub kita"Ucap Hinata ngebaperin Sasuke.

"Hin gak syg apa waktu satu thn lu disini kebuang?"Tanya karin.

"Sebuah perjuangan pasti bkl ada pengorbanan nah ini slh satu pengorbanan gue demi mengejar mimpi gue dari kcl yaitu diterima di PTN"Ujar Hinata santai.

"Fighting Hin don't afraid winner never quit. And don't care about people opinion just focus to reach your dream"Ucap Gaara pada Hinata.

Ikuti kisahnya ya
All Rights Reserved
Sign up to add Second Chance to your library and receive updates
or
#31utbk
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Dosa Ku cover
Kisah Tak Sempurna cover
After Graduation cover
Rafa  cover
Little Dumplings cover
Ziel Alexander Dominic [PDF]✔️ cover
𝐒oerabaja, 1730 cover
He Fell First and She Never Fell? cover
Kesayangan Bunda cover
The Qonsequences cover

Dosa Ku

69 parts Ongoing

Liu Qiaqio, Permaisuri Dinasti Jin, telah menyerahkan hati, jiwa, dan raganya untuk sang kaisar. Dia mencintainya dengan sepenuh hati hingga merasa lelah, tetapi sang kaisar yang dingin hanya memiliki mata untuk satu orang, dan orang itu bukanlah dirinya. Kehangatan di mata kaisar saat memandang orang itu tidak pernah menjadi miliknya, kelembutan suara kaisar saat berbicara dengan orang itu tidak pernah ditujukan padanya, bahkan hingga ajal menjemput. "Apa salahku sehingga kau membenciku sejauh ini? Apa aku telah melakukan kesalahan sehingga kau memandangku dengan begitu hina? Apakah mencintaimu adalah dosa yang begitu besar?" tanyaku dengan lemah. "Dosamu adalah mencintai seseorang yang seharusnya tidak kau cintai," jawabnya dingin. 'Dia benar, aku telah menghabiskan terlalu banyak cinta untuknya hingga aku tidak punya sisa cinta untuk anak-anakku, untuk mereka yang benar-benar peduli padaku. Jika aku diberi satu kesempatan untuk menebus semua itu, aku akan menghabiskan seluruh hidupku melakukannya,' pikirku sembari menutup mata dan menyambut kematian. Atau begitulah pikirku.