HOLDING ON

HOLDING ON

  • WpView
    Reads 168
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 4, 2019
Tentang kemarau, kemarau berjeda panjang yang membuat harapanku kian pupus. Bayang-bayang yang selalu membuatku semakin rapuh. Penantianku untuk mencari pengganti dia yang pergi, untuk apotek hati yang ku cari selama ini. Tentang hujan, aku sangat menyukai hujan. Juga tentang bau tanah setelah hujan, sejuk. Gumpalan awan hitam yang menjatuhkan rintik air, akhirnya menghadirkanmu jua. Membawamu masuk kedalam hidup gadis kaku, yang sering gagal dalam hal jatuh cinta. Yaitu aku. Tuhan, aku tau dia tak seindah yang dulu. Tapi tolong yang kali ini jangan diambil, jangan dibuat jauh dariku. Aku membutuhkannya sebagai insan yang membuatku mengerti apa itu artinya cukup dan mencukupkan tanpa ada yang merasa kurang. Dan tentangmu, pria berambut ikal dan berjambul. Berhidung mancung dan bermata tajam. Padamu, aku sangat-sangat berterimakasih. Terimakasih telah menetap diantara banyak kemungkinan-kemungkinan lain yang mungkin hanya mencoba untuk berkunjung. Aku tidak pandai merangkai kata menjadi kalimat. Tapi kau hanya perlu tau satu hal, bahwa aku mencintaimu! Sudah itu saja, aku tak ingin berlama-lama. Terimakasih. -Mayra Mutiara Selian
All Rights Reserved
#520
ceritasma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Semu [Completed]
  • Still You [END]
  • (Not) A Dream School (On Going)
  • Désolé
  • Aerilyn
  • Zenna Story
  • DRABIA [END]
  • Crazy Girl (Hiatus)
  • PACARNYA BOO (Sudah Terbit)

"Ck. Kenapa sih setiap ketemu, selalu dalam kondisi memprihatinkan?" Suara itu, cukup membuatku mendongak memperhatikan seorang pemuda yang berdiri tepat dibawah sinar rembulan, jatuh membayanginya. Meski temaram aku masih dibuat takjub melihat senyum tipisnya. Malaikat Izrail.. Takjub atau takut? Ia berjongkok, sejajar dengan wajahku. Pemuda itu tersenyum lembut menatapku dengan mata hitam teduhnya. Tampak tak biasa ketika senyumnya semakin menguras energi di tubuhku seolah menyatakan bahwa nyawaku memang akan habis malam itu juga. Dibawah tatapannya. "Selalu aja cengeng. Pinjem Hp lo bentar, minta sms!" Dia berucap santai sambil menengadahkan tangannya. Aku menatapnya bingung, dia kesini hanya untuk meminta sms? ________ Dia membuatku mengerti apa arti rasa dan apa arti tinggal. kisah yang dia buat untuk ku mengerti, kedua rasa itu bisa dikendali tetapi tidak selalu dimiliki. dunia, kehidupan, binatang, tumbuhan bahkan manusia sifatnya Semu. Apa yang harus kulakukan ketika aku mengetahui segalanya? Menjauh atau tetap merengkuh? walau segalanya berakhir semu, 'Rasa' itu tetap akan membekas bukan? percayalah aku mencintaimu, namun aku tidak pernah mengatakannya. Amazing cover by : @rcover_ed ******* cerita pertama, semoga suka😊*******

More details
WpActionLinkContent Guidelines