Story cover for Rasa Nyaman by citra_choirunnisa
Rasa Nyaman
  • WpView
    LETTURE 26
  • WpVote
    Voti 5
  • WpPart
    Parti 2
  • WpView
    LETTURE 26
  • WpVote
    Voti 5
  • WpPart
    Parti 2
In corso, pubblicata il mar 15, 2019
"Membuat rasa nyaman itu mudah sekali bagi dirinya, tetapi tidak bagiku
Untukku rasa nyaman itu sulit, karena aku tidak memperdulikan nya
Tetapi hingga akhirnya rasa nyaman itu muncul begitu saja."

Dan... 

"Kini aku tau apa itu rasa nyaman, karena aku sudah merasakannya. Walaupun dia lah yang membuat rasa itu muncul kepadaku dan membuat ku sangat nyakin akan kenyamanan itu darinya." -Keisha




Kalo mau tau cerita wattpadku, jangan lupa vote and koment yaa... Thanks:)
Tutti i diritti riservati
Iscriviti per aggiungere Rasa Nyaman alla tua Biblioteca e ricevere tutti gli aggiornamenti
oppure
Linee guida sui contenuti
Potrebbe anche piacerti
Potrebbe anche piacerti
Slide 1 of 10
Nissa & Nathan (COMPLETED) cover
yu n ai [ END ] cover
Cinta Bertepuk Sebelah Tangan cover
DAVARA cover
Abarasha [End] cover
ALNAYA [COMPLETED] cover
Aisyah(TAHAP REVISI) cover
Amour (COMPLETE) cover
DRABIA [END] cover
Admire Or Love cover

Nissa & Nathan (COMPLETED)

36 parti Completa

(TAHAP REVISI) Nissa adalah siswi kelas XI IPA1 yang menyukai Nathan. Teman sekelas sekaligus The Most Wanted Boy SMA Bintang Mandiri. Berbagai hinaan dan cacian yang ia dapatkan tidak dipedulikannya, karena baginya yang terpenting adalah mendapatkan cinta seorang Nathan Lamborghini Tara. Semua berjalan mulus hingga seseorang di masa lalu Nissa datang disaat saat ia sudah lelah dengan semua perjuangannya. *** "Lo itu murahan atau apa, sih? Udah berapa kali gue bilang, jangan pernah deketin gue lagi. Lo budeg atau tuli, sih?" Nathan berucap ketus seraya menatap wajah perempuan yang sedang menunduk didepannya. "Huuu," sorak siswa siswi yang berada disana. "Gue emang udah tuli gara gara lo, tapi gue bukan murahan," Nissa menjeda sebentar. "Lo bilang gue pengganggu? Gue cuma pengen dapetin hati lo, apa itu sulit?" "Tapi gue enggak suka sama lo. Lo cuma pengganggu di hidup gue," Nissa tersenyum getir. "Gue pengganggu?" tanya Nissa dengan suara bergetar. "Fine, mulai sekarang gue gabakal ganggu lo lagi." Hati Nathan terasa tidak rela mendengar itu. Ia terus menatap langkah Nissa yang berjalan semakin jauh didepannya.