Young Lady

Young Lady

  • WpView
    Reads 72
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 15, 2019
"Releasing our loved ones is painful,but not everthing ve love ve can have" ♡☆♡☆♡☆♡ "Hei Gue Sean" "Sean??" Tanya seorang gadis bingung. "Iya" "Ah ya,Gue Lisa"ucap nya dingin. "Udah tau"ucap Sean. "Darimana?"tanya Lisa bingung. "Adadeh"Ucap Sean . "Hmm gue duluan ya bye sean"ucap Lisa sambil berlari. Sean masih memperhatika Gadis itu hingga hilang di belokan koridor. "Lisa,Gue kembali sesuai janji gue sama lo dulu.Lu berubah ya jadi lebih dingin tapi gue suka. You frist love"Batin Sean "Sean,Apa emang itu elo?. Gue kangen sama Sean. Ryan kembali,Sean juga. Aduh pusing gue anjir"Batin Lisa sambil berjalan menujukelasnya.
All Rights Reserved
#6
younglady
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DeaSea
  • The Last Month [END]
  • Amor Almira
  • Contract Marriage [Project Santai]
  • KEYLA
  • Exams In Love
  • Rannia√
  • Zenna Story
  • LOVE AND REVENGE (Missing Piece) - VERSI I
  • The Fate Of My Life (END)
DeaSea

Ikan hiu makan Nadea I love you yang baca "Hah?!" teriakku spontan. Cinta yang terbentuk dari hati seorang gadis pindahan dari kota dan sekolah lain. Perasaan yang tak asing dari hatinya itu berhasil muncul dalam satu waktu. Dia merasakannya di saat mata hitamnya, dengan tak sengaja menatap siswa bermata teduh. Sean, namanya. Anak remaja yang benar-benar buta akan arti suka, arti sayang, dan tidak tahu arti cinta dengan lawan jenisnya ini, mendadak paham. Tanpa disadari, dia mengalami getaran hebat di dalam dadanya. Dan anak perempuan itu adalah aku, Nadea. °•°•° Alin, dia adalah gadis pecinta jepit pita garis keras. Dia juga yang menyemangati dan mengingatkanku di saat tahu kalau aku mencintai teman sekelasnya. Dia juga yang menghiburku ketika Sean memperkenalkan sosok Elisa di hadapanku. Dan Alin juga yang membuatku tertawa saat seorang Nino menggodanya. Dia benar-benar sahabat terbaikku. "AAA... NINO GILA!" dengan mata terpejam Alin berteriak. Aku tahu apa yang dilihat Alin, jadi aku hanya bisa bungkam sambil melihat ke arah Alin. Aku perlu mengatakan kalau ceritaku ini memang penuh keseruan dan candaan, juga tak jarang ada air mata yang harus keluar dari tempatnya. Tentu, aku sulit menghentikan itu. Dan ini yang kutanyakan, bisakah kisah ini berakhir dengan manis, semanis senyumku? °•°•° 🚫Don't Copast My Story🚫

More details
WpActionLinkContent Guidelines