Rintik Hujan

Rintik Hujan

  • WpView
    Reads 33,266
  • WpVote
    Votes 3,234
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 25, 2020
[REVISI SETELAH TAMAT] Aku adalah seorang pecinta hujan. Menurutku, ketenangan bukanlah berdiri di bawah payung ketika hujan turun, tetapi ketika mampu menari dibawah rintik hujan. Tapi, ada juga sebagian orang yang mengatakan kalau hujan itu menyakitkan. Awalnya aku sangat menentang kalimat itu. Karena saat hujan aku dipertemukan dengan pria itu, orang yang telah membuatku gila dalam dunia percintaan dan membuatku berhenti untuk mencari cinta yang lain. Akan kah dia juga akan pergi di saat hujan? Tidak! Semoga tidak! aku juga tidak menginginkan itu. Tapi aku berharap dia akan tetap bersama ku selamanya, selama rintik hujan masih jatuh untuk membasahi bumi. Copyright ©2019 By: Puja Devsa Zuhni
All Rights Reserved
#311
gavin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LOST MY BREATH (ON GOING)
  • Dia Hujan dan Cinta Pertama
  • KAYLA : I DESERVE TO BE LOVED
  • FARHAN [End]
  • Pelangi Di Matamu
  • Rain-A
  • TRANSMIGRASI ICE GIRL [END]
  • Jangan Datang Hujan (TERBIT)
  • 2.LAST RAIN [ You're the only one ]✔ Lee Jeno

INI CERITA KARYA IMAJINASI AKU SENDIRI. JADI, JIKALAU ADA NAMA, TEMPAT DAN LAIN SEBAGAINYA YANG SAMA MUNGKIN ITU HANYA KEBETULAN SAJA. KARNA CERITA INI BENER-BENER KARANGAN AKU SENDIRI. MOHON DILARANG UNTUK PLAGIAT DALAM BENTUK APAPUN!!! -------- "Sisi lain yang tersembunyi..." ___ Seperti halnya luka. Ketika kamu belum merasakan bahwa kamu terluka maka kamu tak akan tau betapa pedihnya yang dirasa dari luka itu sendiri. Tapi ketika kamu tau atau bahkan mulai menyadari, maka kamu akan mulai merasakan betapa pedihnya luka itu. Meski itu hanya luka kecil sekali pun. Ketika kamu butuh sosok seorang yang menyayangi dan mencintaimu dengan tulus, saat itu juga kamu akan merasakan betapa pahitnya rasa sayang dan juga cinta, Secara bersamaan. Kamu akan mengerti ketika semuanya telah hilang, ketika semuanya menganggap Kamu tak ada bahwa sesungguhnya kamu ada. Dan kamu hanya bisa diam dan menerima, walau semua itu menyakitkan sekalipun. Airmata juga sudah tak ada gunanya hanya untuk menangisi sesuatu yang sudah terjadi. Tapi, meskipun begitu. "Kenapa airmata ini selalu saja keluar tanpa aku minta?" "Saat aku ingin bertahan pun, rasanya itu semua akan sia-sia. Tak ada yang perlu dipertahankan jika nantinya akan berakhir menyakitkan." "Terlebih, jika harus merasakan yang tak seharusnya itu terjadi secara langsung didalam hidupku" "Tak ada yang perlu dikasihani, Karna aku tak butuh rasa kasihan itu. Dan tak ada yang perlu diprihatinkan, ketika semua yang aku rasa telah hilang..., dan..., mati!" Sungguh, betapa kejamnya takdir mempermainkannya. 🍁🍁🍁

More details
WpActionLinkContent Guidelines