Addicted
  • WpView
    Reads 383
  • WpVote
    Votes 93
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 13, 2019
Rintik hujan Desember membanjiri kenangan. Menggenang bersama ingatan kerinduan. Kusesap kopi nelangsa di depan jendela, bersama udara dingin yang kupilin bersama doa. Aku berbicara pada senja, "Hei, sedang apa? Sudah dengar suara hujan belum? Disana ada asmara yang kusematkan di tiap tetesnya" Dariku, Untukmu.
All Rights Reserved
#41
gaul
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Hate Rain
  • The First Love -Pjm [Slow Up]
  • rain untuk senja
  • Rainy Day (complete)
  • Gadis itu aku, Reyna
  • Cupikacu
  • Haters and Lovers of Rain [END]
  • Senja Setelah Hujan Desember
  • Heartbreak (Completed)

[ #1 in Rain, 01-09-2018 ] [ #20 in Teen Lit, 11-09-2018 ] [ #51 in Teen Fiction, 11-09-2018 ] Di saat aku membenci hujan, dia datang. Dia datang dengan segala intuisinya tentang hujan. Dia datang dengan segala kecintaannya dengan hujan. Aku jatuh cinta padanya. Sama seperti aku mencintai hujan karenanya. Tapi di hari itu, ia menghilang. Aromanya tak tercium lagi. Jejaknya sudah tak nampak lagi. Syahdunya tak terasa lagi. Ia pergi sebelum aku benar-benar memilikinya. Ia pergi sebelum aku benar-benar mempercayainya. Ia pergi meninggalkan rasa dan juga tanda tanya. Dan, di mana tepat pada 228 hari aku mengenalnya, aku baru mengerti semuanya. Tentang beberapa hal yang sengaja dia sembunyikan, dan juga tentang kenapa dia menyembunyikannya. Saat itu, aku merasakan kehadirannya. *** "Tentang seberapa pentingnya menutup rapat lembaran lama, tatkala lembaran baru mulai terbuka." -Syachwaldan Rizky

More details
WpActionLinkContent Guidelines