Pelangi Untuk Hana

Pelangi Untuk Hana

  • WpView
    LECTURAS 17,586
  • WpVote
    Votos 1,673
  • WpPart
    Partes 43
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, abr 8, 2025
WpInfo
Ficción
Romance
80% diangkat dari kisah nyata seorang narasumber terpercaya dengan tambahan konflik dan karakter agar lebih mendramatisir . - - Hana ingin percaya jika disetiap air mata yang dikeluarkannya akan ada kebahagiaan yang menanti setelahnya , seperti Pelangi yang muncul setelah hujan . Itu yang dikatakan Habib , sahabatnya . Namun kepercayaan itu hancur sebelum berdiri kokok di hatinya , saat Habib ikut andil dalam menciptakan air mata kepedihan dihidupnya . Adiknya meninggal , dan itu karena Habib . Menurut Hana. "Pelangi itu indah ya Han ." Kata Habib yang berdiri di balik pembatas balkon sembari tersenyum. Hana tersenyum tipis sebelum menjawab . "Iya , tapi sayang . Cuma sementara ." "Itu karena di dunia ini gak ada yang abadi Han . " Habib berbalik dan meluruskan tubuhnya menghadap Hana yang masih terdiam menatap pelangi yang melengkung di atas langit sana . "Pelangi itu ..." tunjuk Habib . "Juga Kebahagiaan dan kesedihan yang selama ini lo rasain , semuanya hanya sementara . Gak ada yang abadi . Tapi paling enggak, kita masih bisa nikmati rasa yang sementara itu ."
Todos los derechos reservados
#162
habib
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • ALVANSA [Completed]
  • ATHALARIQ
  • Jangan Bermain Cinta dengan Mapala
  • First Love And Last Love(✔)🔚
  • Delayed happiness
  • I'M - Hanna Darmiar (Perjalanan Mencintai Takdir)
  • THE BADBOY [TAMAT: PART LENGKAP]
  • SERENDIPITY [COMPLETED]
  • Akhir Kisah [SELESAI]

Cerita ini merupakan sequel dari My Enemy Is My Husband, cerita yang aku tulis sebelumnya Dan ini merupakan kelanjutan dari cerita tersebut yang menceritakan tentang perjalanan hidup anak-anak mereka "Sini"ucap Alin setelah kembali ke kamarnya tadi sambil menepuk pahanya, Vansa pun hanya menurut "Kenapa bisa berantem?"tanya Alin sambil mengobati luka Vansa "Gak tau, tadi dia tuba-tiba nyerang gitu aja"jawab Vansa sambil menatap wajah serius Alin dari bawah "Emang iya?"tanya Alin lagi "Iya Angelina Salsa Fernando"jawab Vansa sambil mengubah posisinya menghadap ke perut Alin "Masih sakit?"tanya Alin sambil mengelus pipi Vansa "Masih! Kalo belum lo cium"ucap Vansa sambil menatap wajah Alin "Sa ae modusnya lo bambank"cibir Alin sambil menekan luka pada pipi Vansa "Sakit Alin!"ketus Vansa "Eh maap lupa"jawab Alin cengengesan sambik mengusap pipi Vansa "Masa diusap doang sih! Kan gue mintanya di cium"ucap Cup "Udahkan"ucap Alin setelah mencium pipi Vansa yang lebam tadi "Emm jadi makin sayang"ucap Vansa sambil memeluk punggang Alin masih dengan posisi berbaring dipaha Alin "Tidur gih"titah Alin "Sama lo ya?"pinta Vansa dengan wajah memelas Dari pada gantung mendingan langsung baca:)

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido