DIRANA
  • WpView
    Reads 283
  • WpVote
    Votes 66
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 31, 2020
Tercipta dan membekas begitu dalam. Hadir dan membuat goresan-goresan. Menjadikan otak teracuni tetesan penghianatan. Sayatan yang kau buat secara halus. Goresan yang kau buat secara perlahan. Menjadikan luka yang pernah ada semakin terbuka. Kesunyian, kini hanya itu. Keramaian, itu yang aku hindari. Kebahagiaan, itu yang tidak aku dapatkan. Luka yang aku buat sendiri. Luka yang didasari kebodohan. Luka yang terus terlukis rapi. Tidak ada apapun yang bisa menyembuhkan. Bahagia hanyalah bayangan untuk sekarang. Awan hitam akan terus ada. Badai petir akan terus menyelimuti. Hidup tanpa keleluasaan, akan selalu hadir walau tanpa undangan. Pancaran sinar mentari, kini hanyalah cahaya biasa. Rumput hijau ditaman, kini hanyalah gambar ilusi semata. Dan, ini aku. Aku yang sendiri. Aku yang tidak memiliki arti. Aku yang sunyi dikala ramai. Aku yang diam disaat semua berbincang. Aku yang tidak punya tujuan. Dan, aku yang selalu tersesat dialur kehidupan. ~Dirana EL~ ||Baca and vote cerita saya? Raz.Author
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Maaf' (Revisi)
  • GREENSTA [END]
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • Transmigrasi si bar-bar
  • Darren Obsession ✔ [ON KARYAKARSA]
  • kiara's dream
  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)
  • Self Injury's(complete)✔
  • Jeritan Anak Broken Home 17+

Hari hariku akan segera di mulai atau malah akan berakhir secepat itu? Ini yang dinamakan fajar atau senja? Ini jalanmu atau jalanku? Aku ingin berhenti dari semua fantasi ini Maaf..... Kumohon lupakan aku.... Semua tentangku ••• "kenapa ibu nggak pernah jujur sama aku selama ini?"ucap Nita yang telah berlinang air mata. Hatinya seketika hancur ketika mengetahui rahasia yang selama ini disembunyikan ibunya. "Maafin ibu, ibu takut jika kamu akan pergi ninggalin ibu''ucap Ranti yang tak bisa menahan air mata yang semula dibendungnya. "Tinggalkan aku, aku butuh waktu sendiri"ucap Nita yang langsung memalingkan wajahnya dari ibunya. "Nit dengerin ibumu dulu"ucap Andi "Cukup Ndi, kumohon pergi dari sini!'' Andi dan Ranti pun keluar dari kamar Nita. Setelah mereka pergi, Nita menangis sejadi jadinya. "Kenapa kalian semua egois?"ucap Nita di tengah tangisannya. "Riza, hanya Riza yang bisa ngertiin aku. Aku harus bertemu dengan nya"batin Nita. ••• Sebuah cerita tentang dia, aku, dan sebuah perasaan yang takkan terungkap dengan mudah Cinta yang terpendam karena eratnya persahabatan Cinta yang terhalang karena terbongkarnya suatu rahasia besar Mau tahu bagaimana keseruan ceritanya?jangan lupa mampir untuk baca ya

More details
WpActionLinkContent Guidelines