Omoteshizu

Omoteshizu

  • WpView
    Reads 248
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 16, 2019
"Waktu bergerak lebih cepat dan bisa meninggalkanku bersama kesendirian. Aku memaki diri sendiri karena tidak menyadari sejak awal. Entah apa yang sedang direncanakan Tuhan. -Kawaguchi Haruka "Aku bisa memeluk harapan-harapan itu dengan sabar. Di antaranya terselip mimpi tentang masa depan. Mimpi-mimpi yang ingin segera diwujudkan tapi terpaksa dicabut dari angan." - Nakamura Ayumi Secangkir Espresso di Omoteshizu akan lebih nikmat kalau kau meminumnya sembari memandang wajah tampan Haruka. Mungkin itu yang akan dikatakan pengunjung wanita saat mampir ke Omoteshizu. Bagaikan menu utama, Haruka, pria yang ahli meracik kopi itu selalu menjadi incaran. Tapi dikagumi banyak wanita tidak lantas membuatnya menjadi Don Juan, karena Haruka adalah Haruka, si cuek yang tidak mudah jatuh cinta. Sampai Ayumi datang dan membawa banyak rasa yang baru untuk hidupnya. Bahagia dan duka. Seperti kopi yang silih berganti rasa manis dan pahit...
All Rights Reserved
#2
fiksijepang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bukan Stalker [TAMAT]
  • Palace Story
  • [✔️ Completed] Baby I just need some coffee
  • The Coffee Crush
  • [END] Sunday Morning
  • Andanan Coffee
  • [End] Aurora | Kimetsu no Yaiba
  • Ruang Biru [ON GOING]

Ketika lelaki yang ia cintai menolak pernyataan cintanya, Caca bertekad untuk menaklukkan hati lelaki itu. Lagipula, sebelum janur kuning melengkung, kesempatan cinta masih ada meskipun Edgar sudah memiliki kekasih. * * Caca, seorang cewek kelas XII SMA, diam-diam telah jatuh hati kepada sosok Edgar, barista sekaligus pemilik cafe tempat ia dan teman-temannya sering nongkrong. Meski ia tahu bahwa Edgar sudah memiliki Alisa di sisinya, Caca bersikeras untuk mendapatkan hati cowok itu. Awalnya Edgar hanya menganggap Caca sebagai adik dan pengunjung cafe namun dengan berjalannya waktu, ia mulai merasakan ada sesuatu dalam diri gadis itu yang menarik perhatiannya. Dan ketika Caca akhirnya memutuskan untuk move on, justru Edgarlah yang tidak rela dan mulai merindukan gadis yang bersikap seperti bocah dan selalu tidak mau kalah itu. Apakah ini berarti cinta Caca tidak bertepuk sebelah tangan? Lalu apa yang akan terjadi jika Alisa menyadari sikap pacarnya yang mulai berubah itu?

More details
WpActionLinkContent Guidelines