Mengulang Waktu

Mengulang Waktu

  • WpView
    LECTURAS 552
  • WpVote
    Votos 133
  • WpPart
    Partes 11
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, jul 25, 2019
WpInfo
Ficción
Romance
Pernahkah merasakan ketika sebuah kecewa datang, lalu kau menutup pintu hati begitu rapat agar kau bisa menyembuhkan luka itu dengan caramu sendiri? Setelah itu dirinya mengetuk pintu dengan halus, membersihkan sirpihan luka yang berserakan tak tentu arah, dan kau membiarkan dirinya membantu menyembuhkan luka itu. Seiring berjalannya waktu, luka mulai rapi, hampir mengering, namun beberapa saat kau hancurkan kembali luka itu tambah parah sampai lubuk hati terdalam. Kau pergi tanpa pamit dan meninggalkan bekas luka yang aku sembuhkan dengan caraku sendiri. Sepintar-pintarnya menyembuhkan sebuah luka yang teramat perih, ia akan tetap meninggalkan bekas. Kini aku paham mengapa seseorang pergi dengan tiba-tiba. Kemungkinan ia merasakan kecewa dan yang kedua menemukan wanita jauh lebih baik. Bukankah adil?
Todos los derechos reservados
#92
indah
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Ada cinta dibalik hujan turun
  • AKU MENERTAWAKAN LUKAMU? || TAMAT
  • Bukan Sekedar Pelampiasan Amarah.
  • KHALILA AND OTHERS
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Psikopat Digital? [End]
  • Khayalku

Raina mencintai hujan, lebih dari apa pun. Ada ketenangan dalam setiap tetesnya-seolah langit paham cara menyentuh luka yang tak terlihat. Di balik senyum tipis dan tatapan yang tenang, tersimpan cerita yang tak semua orang tahu. Ia bukan gadis yang suka bercerita. Tidak tentang mimpi-mimpinya, tidak tentang ketakutannya yang diam-diam menjerat. Laut adalah satu dari sedikit hal yang tak pernah ingin ia dekati. Terlalu dalam, terlalu gelap, terlalu mengingatkan pada sesuatu yang hilang. Sekolah menjadi panggung tempat ia bersembunyi di balik rutinitas. Sahabat, tawa, sedikit pertengkaran dengan seseorang yang terlalu usil untuk diabaikan-semuanya cukup untuk membuat hidupnya tampak biasa. Tapi tidak semua luka bisa sembuh hanya dengan waktu. Dan tidak semua hati bisa tetap utuh, bahkan saat hujan terus turun.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido