Debar

Debar

  • WpView
    Reads 98
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 17, 2019
Haqimie Amin,seorang manusia yang biasa sehinggalah org yg tersayangnya hilang dri radar, selepas itu dia tinggal bersama Rakan baiknya,Jay.Bertahun lalu,makin byk masalah dihadapinya.Adakah ini nasib seorang budak yang naif ataupun ada udang di sebalik batu? Ikuti kisah ini untuk ketahui Derita Haqimie alami
All Rights Reserved
#148
psycho
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bawah Langit Yang Sama [C]
  • Back To February
  • Aku, Kau; Keliru [BxB]
  • Takdir Buat Kita [C]
  • 【C】SABAR SEORANG LELAKI
  • Tersimpuh Dalam Kelam, Melangkah Untuk Mereka
  • Kapten Lufti Love
  • JANJI YANG TERSIMPAN
  • TOPENG SENYUMAN
  • TUAN QARSH AYDEN:His Flower[ON GOING]

Hidup Haura Teratai tidak pernah seindah namanya. Dia terperangkap dalam gelombang perasaan yang menghancurkan, dibelenggu derita yang tiada berpenghujung. Luka yang terpendam semakin bernanah, sehingga detik hitam itu menjengah-saat dia hampir menyerah kepada bisikan kematian. "Kalau aku mati pun, tak ada siapa yang kisah!" - HAURA TERATAI Namun, di sebalik kegetiran malam yang sunyi, takdir mempertemukannya dengan seorang jejaka misteri dalam sebuah dunia maya-seorang yang senasib, seorang yang memahami. Perbualan yang bermula secara suka-suka akhirnya menumbuhkan tunas persahabatan di antara dua jiwa yang sama-sama terluka. "Nanti kalau dah jadi askar, jangan lupa aku ni." - HAURA TERATAI "Aku takkan lupakan kau, Haura." - KHAIR HILMAN Tetapi sejauh mana hubungan ini mampu bertahan? Adakah persahabatan mereka sekadar persinggahan sementara, atau mungkinkah takdir telah merencana sesuatu yang lebih besar buat mereka berdua? Saat realiti menghimpit, hanya hati yang benar-benar teguh mampu bertahan di medan ujian... Di persimpangan antara kehilangan dan harapan, mampukah mereka memilih jalan yang benar?

More details
WpActionLinkContent Guidelines