Intuisi
  • WpView
    Leituras 20,740
  • WpVote
    Votos 2,405
  • WpPart
    Capítulos 19
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, mar 10, 2024
WpInfo
Ficção
Romance
Hatiku berkata, aku ingin mengenalnya. Aku selalu suka semuanya, senyumnya, hidungnya. Apalagi saat jilbabnya tertiup angin dan menutup sebagian wajahnya. Diam-diam aku sering melihatnya saat bersujud dan berdoa pada Tuhannya. Ia akan terlihat semakin manis saat tersenyum lebar, matanya otomatis menyipit. Di situ ia terlihat begitu manis. ~ Narangga Oscar Perwira Dia datang dengan tiba-tiba, tanpa ada kata. Dia datang dengan membawa cerita, cerita di setiap jengkal kehidupannya. Dia manis, dengan senyumnya yang tipis. Aku menunggu di depan Gereja, saat dia sedang berdoa pada Tuhannya. Katanya ia selalu meminta berkat untuk setiap jalan hidupnya. Sejak ia datang, hidupku berubah. Lukaku hilang, menjadi tawa yang selalu datang. Tetapi ada potensi untuk kembali datang. ~ Karisa Amanda Akankah perbedaan menyatukan kita? ~ Intuisi
Todos os Direitos Reservados
#100
jogja
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • ELSA & GINTARA [END]
  • Langit Semesta
  • MENJAGAMU LEWAT DOA
  • ANA UHIBBUKA FILLAH  (End)
  • Bianglala
  • Do'a Dan Penantian!🌻
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • KHALISA🖤
  • Restu Tuhan
  • PERBEDAAN

Beberapa tamu yang baru saja hadir berhasil membuat suasana di dalam Gereja semakin ramai. Situasi yang tentunya langsung membuat keringat Gintara bercucuran meski rasanya tidak gerah sama sekali. Ada gugup sekaligus haru yang baru pertama kali ia rasakan dalam hidupnya. Sambil melihat dirinya sendiri di pantulan kaca, ia kerap merapalkan doa semoga ini jadi yang pertama dan terakhir dalam hidupnya. Sebab ia percaya, apa yang sudah persatukan oleh Tuhan, tidak bisa dipisahkan manusia. Sementara itu, selang beberapa jam setelahnya, Elsa yang baru saja menyelesaikan riasan pengantinnya mulai sibuk mencari tisu. Air mata yang sejak tadi ia tahan kini sudah tak terbendung lagi. Perasaan aneh yang menjelma jadi seulas senyum tipis terpoles di bibirnya kala melihat seorang penghulu yang sudah hadir. Tepat beberapa detik setelahnya, bayangan wajah laki-laki yang bertahun-tahun lamanya hidup dalam ceritanya semakin tergambar jelas. "Yuk, akadnya udah mau mulai," tegur Riska yang selalu jadi saksi bagaimana hati Elsa dibolak-balikkan oleh satu laki-laki yang sama. Sampai tangannya menangkap tangan Riska yang sudah tersenyum haru di sampingnya, Elsa tersadar bahwa sebentar lagi hidupnya akan benar-benar berubah. Tidak ada waktu lagi untuk memikirkan apa yang akan terjadi dalam hidupnya setelah ini. Elsa hanya ingin bahagianya nyata. Mungkin saja ini waktunya. Semoga.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo