Story cover for Hurt Feeling by muttymutt
Hurt Feeling
  • WpView
    Reads 308
  • WpVote
    Votes 97
  • WpPart
    Parts 23
Sign up to add Hurt Feeling to your library and receive updates
or
#523kopi
Content Guidelines
You may also like
From Leiden by rzkaldea
3 parts Complete
Di luar hujan rintik membasahi bentaran langit dan rerumputan yang tumbuh disekitar halaman dan ayunan. Entah pertanda apa yang mengundang cuaca sesendu hatiku selama 6 tahun silam. Senyuman-senyuman indah sudah kewajiban tersendiri bagiku untuk orang-orang yang kusayang disekelilingku. Semakin lama aku mengunyah makanan semakin deras pula hujan yang menyapa. Seperti ada yang tertarik untukku berlama-lama melepaskan kerinduan tersendiri untuk sahabat lamaku. sepertinya Allah sedang menunjukkan kesedihanku lewat cuaca. "Assalamuallaikum kio taufan." tiba-tiba suara pria mengetuk pintu rumah mereka. "Siapa itu hujan hujan bang?." tanya kiori dengan suaminya yang dia mulai berdiri untuk menuju pintu. Lalu tangan taufan cepat meraih tangan kiori agar kiori tetap berada di meja makan tetapi niatnya kuhentikan karna kulihat wajah dan mata mereka saling beradu seperti ada sesuatu yang mereka sembunyikan dariku. "Biar aku saja taufan yang membuka pintunya, akukan sudah selesai makan kalian lanjutkan saja makannya" kuraih handphoneku agar dapat berkaca untuk membenahi jilbabku yang tadinya rusak kurasa. Lalu ku buka pintu dengan pelan dan kulihat seseorang yang berdiri dihadapanku. "Asstaghfirullah Rifqy." bagaikan kilat yang menyambar jantungku, handphoneku pun terjatuh dari genggaman tanganku. "Dhe...a!" lalu dia berpaling dari hadapanku dan berlari di bawah derasnya hujan yang mengguyur halaman rumah sahabatku. berlalu menuju mobil dan sama sekali tidak mau melihatku. "Tunggu sebentar!" lalu kukejar dia mengarah mobilnya tetapi dengan tancap dia meninggalkanku dengan hujatan air hujan yang membasahi jilbab serta tubuhku, dibawah derasnya hujan yang menghujat perasaanku. Kutelungkupkan tangisanku dan rasa sesalku untuk mengejarnya, kulihat dengan samar alphard merah semakin meredup dan hilang di tikungan simpang empat. Tatap aku, rasakan tangisku rifqy....
Enigma Auriga [END] by yusi_alfatih
37 parts Complete
Reyzano Auriga, seorang muallaf yang tiba-tiba kehilangan ingatan dalam sebuah kecelakaan. Bertemunya ia dengan Niskala, menjadi titik balik dirinya untuk menggali masa lalunya yang kelam. ------------------------------------------------------------//////// Adalah perihal Reyzano Auriga Huang, laki-laki penuh enigma yang ingatannya lenyap seketika setelah terlibat kecelakaan maut dan tak sengaja menabrak seseorang hingga menghilangkan nyawa. Masa lalunya yang menyakitkan sengaja disembunyikan oleh kedua orang tuanya supaya ia memulai hidup yang baru. Dan lebih jauh dari itu, beberapa hal di masa lalu tidak boleh sampai diketahuinya. Ia harus hidup, seolah tidak terjadi apa-apa. Akhirnya ia dipaksa mempercayai hal-hal yang ditujukan oleh ibunya. Hal yang awalnya ia ragukan, menjadi melebur seolah benar-benar terjadi. Seiring waktu, Rey akhirnya lupa bahwa ia pernah kehilangan ingatannya. Tiga tahun kemudian, dirinya menemukan satu sorot mata tak asing dari seorang gadis berjilbab bernama Niskala Mezaluna. Setiap bertemu dengannya, ia sering merasakan deja vu. Lantas ia berpikir, mungkin dari tatapan dia ada ingatannya yang sempat menghilang. Pada awalnya begitu. Ia hanya penasaran. Tapi kemudian, ia malah jatuh hati sedalam-dalamnya pada gadis itu. Dan Rey tak sadar, bahwa gadis berjilbab itulah yang akan membawa dia menyelami masa lalunya yang kelam. Tapi, semuanya hancur, begitu ingatan Rey kembali. 📍 Follow me on tiktok Akan ada berbagai postingan menarik seputar Enigma Auriga yang akan di post disana. ©Yusi Alfatih
You may also like
Slide 1 of 9
From Leiden cover
Coretan Kecilku Untukmu #wattys 2019 cover
Madah Qolbu❣️ cover
1000 Syair Puisi Jalanan cover
TAK SEINDAH JINGGA cover
Enigma Auriga [END] cover
Seventeen cover
From Me in Somewhere cover
Sasmita Nivriti cover

From Leiden

3 parts Complete

Di luar hujan rintik membasahi bentaran langit dan rerumputan yang tumbuh disekitar halaman dan ayunan. Entah pertanda apa yang mengundang cuaca sesendu hatiku selama 6 tahun silam. Senyuman-senyuman indah sudah kewajiban tersendiri bagiku untuk orang-orang yang kusayang disekelilingku. Semakin lama aku mengunyah makanan semakin deras pula hujan yang menyapa. Seperti ada yang tertarik untukku berlama-lama melepaskan kerinduan tersendiri untuk sahabat lamaku. sepertinya Allah sedang menunjukkan kesedihanku lewat cuaca. "Assalamuallaikum kio taufan." tiba-tiba suara pria mengetuk pintu rumah mereka. "Siapa itu hujan hujan bang?." tanya kiori dengan suaminya yang dia mulai berdiri untuk menuju pintu. Lalu tangan taufan cepat meraih tangan kiori agar kiori tetap berada di meja makan tetapi niatnya kuhentikan karna kulihat wajah dan mata mereka saling beradu seperti ada sesuatu yang mereka sembunyikan dariku. "Biar aku saja taufan yang membuka pintunya, akukan sudah selesai makan kalian lanjutkan saja makannya" kuraih handphoneku agar dapat berkaca untuk membenahi jilbabku yang tadinya rusak kurasa. Lalu ku buka pintu dengan pelan dan kulihat seseorang yang berdiri dihadapanku. "Asstaghfirullah Rifqy." bagaikan kilat yang menyambar jantungku, handphoneku pun terjatuh dari genggaman tanganku. "Dhe...a!" lalu dia berpaling dari hadapanku dan berlari di bawah derasnya hujan yang mengguyur halaman rumah sahabatku. berlalu menuju mobil dan sama sekali tidak mau melihatku. "Tunggu sebentar!" lalu kukejar dia mengarah mobilnya tetapi dengan tancap dia meninggalkanku dengan hujatan air hujan yang membasahi jilbab serta tubuhku, dibawah derasnya hujan yang menghujat perasaanku. Kutelungkupkan tangisanku dan rasa sesalku untuk mengejarnya, kulihat dengan samar alphard merah semakin meredup dan hilang di tikungan simpang empat. Tatap aku, rasakan tangisku rifqy....