MENCINTAIMU dalam diam kujadikan pilihan, sebab membujuk Tuhan lewat doa menjadi pilihan bijaksana dalam meluhurkan kesungguhan rasa. Kita sama-sama menaruh harapan bisa berkarib ajar rumah tangga, namun kesanggupan bertanggungjawab moral, mental, finansial dan spiritual belum menyempurna di dada. Dari itu, mari sederhanakan hasrat bersetia dalam kepasrahan jiwa. Akan tiba suatu masa, dua hati menaut dalam ikhtiar menyempurnakan separuh agama.
Sesungguhnya kesediaan berkasih sayang telah membuncah di segenap raga. Hingga engkau mesti mempercaya, aku tak akan melukis kecintaanku serupa pelangi, sebab dalamnya rasa cintaku padamu melebihi tujuh warna keajaiban yang tercipta atas kehendak-Nya. Percayalah, jauh di dasar nurani segala tungguku terpaku pada untai namamu sebagai risalah doa. Menyertakanmu dalam pinta selepas sujud di sepertiga malam ialah jalan kepulangan rindu yang masih bersemoga nyata.
Bagiku, membangun mahigai rumah tangga bersamamu menjadi sebaik-baiknya cerita.
Episode terpanjang yang mengisahkan bahagia, perihal penantian yang menulus segala. Sakinah, mawaddah, wa rahmah itulah akhir dari kisah kasih di antara kita.
"CINTA ITU DOA & DOA ITU CINTA. MAKA SIAPA YANG MENCINTAIMU DIA MENDOAKANMU & SIAPA YANG MENDOAKANMU DIA TELAH MENCINTAIMU SEUTUHNYA"
Namamu masih sering kusebut dalam bingkisan do'a ku.Namamu yang masih ku simpan dalam memori tersendiri dalam ingatanku.Namamu yang tak bisa kutinggalkan saat aku memohon dan meminta kepada Rabbku.Sebuah nama yang entah itu akan Allah pertemukan dan satukan tidaknya denganku hanya Allah Yang Maha Tahu.
Saat ini memang aku jauh dari dirimu bahkan melihatmu pun aku tak mampu.Saat ini memang aku tak selalu ada untuk menemani dan mendampingimu engkau yang jauh di mata namun dekat dalam do'aku.Engkau yang mungkin pernah bertemu dengan ku namun Allah belum izinkan untuk bersatu.
Tanpa kau meminta aku pun selalu mendoakanmu.Mendoakan keberhasilan dan proses memperbaiki dirimu untuk menjadi pangeran bertaqwaku.Semoga Allah selalu menjaga hati, niat, dan iman kita untuk mengejar ridhoNya selalu.Sebuah nama yang ku sebut adalah untuk kamu jodoh calon imamku.
Entah dimana, entah kapan, entah seperti caranya bertemu dan entah siapapun itu aku menunggu dalam penantianku.Entah pula jodohku yang akan menjemput lebih dulu atau maut yang menghampiriku terlebih dahulu. Yang aku tahu ketika aku disini memperbaiki diriku saat itu pula Allah memperbaiki dirimu.Yang aku tahu jika maut menjemputku lebih dulu mungkin Allah pertemukan aku dengan dirimu ditempat yang Allah janjikan untukku .
~Belum selesai masih dalam tahap revisi dan pembuatan part selanjutnya~
NB : Afwan untuk typo di cerita ini, saya masih belajar dan butuh apresiasi dari kalian, jika ada typo saya mohon maaf dan tolong ingatkan. Syukron Jazakumullah Khairan Katsiran😊🙏🏻