My Childish Boy (✅)

My Childish Boy (✅)

  • WpView
    Membaca 1,727,348
  • WpVote
    Vote 52,177
  • WpPart
    Bab 24
WpMetadataReadLengkap Sel, Jun 11, 2024
PINDAH KE APK KBM APP!!!! CERITA LENGKAPNYA ADA DI SANA ~~BELUM DI REVISI, CERITA MASIH LENGKAP~~ "Tapi kak--" Ucapan Dino terpotong"Emangnya lo gak mau jadi pacar gue?"tanga Silah sambil mengusap kepala Dino. Dino yang mendengar ucapan Silah langsung mengangkat kepalanya menatap Silah dengan tatapan kaget. Dino sangat menyayangi Silah saat pertama kali mereka bertemu, tentu saja Dino ingin menjadi kekasih Silah. "Mau lah kak"jawab Dino polos dan terlihat tegas membuat Silah terkekeh mendengarnya. Dino yang menyadari perkataannya tertunduk malu, pipinya mungkin sudah semerah tomat. "Loh kok nunduk sih?"tanya silah sambil mengangkat dagu Dino. "Jadi sekarang lo itu pacar gue, gue gak mau kalau lo deket deket sama cewek lain selain gue, ngerti!?"ucap Silah. "Iya kak, Dino ngerti, dino gak bakalan deket deket sama cewek manapun selain kak Silah"Dino menampilkan senyum manisnya membuat Silah yang melihatnya gemas lalu mencubit pipi Dino.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#116
childishboy
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Dino and Dina [COMPLETED]✓
  • Love And Holidays
  • Adka Is BABY [FemDom]
  • Baby L Lucian ✔
  • Spoiled Boyfriend [SLOW UP]
  • My Crush (✅)
  • Aku Tahu Kamu Terluka   (Jjk >< Iny) ✔
  • Brothers

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan