Only You

Only You

  • WpView
    Reads 101,392
  • WpVote
    Votes 4,233
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 16, 2020
Seorang pria bernama Khristian Klinton, pria tampan yang sangat mencintai pekerjaannya, dia mempunyai keluarga yang sederhana tetapi, karena kegiatannya dalam berinvestasi, kini dia menjadi direktur perusahaan. Mark Dallas seorang mahasiswa, murid populer bukan karena prestasinya, melainkan populer karena ketampanannya. Dia adalah anak yang ceroboh suka berkata kasar dan tak tau sopan santun. Dia sangat senang memainkan wanita. Suatu ketika, mereka bertemu karena insiden yang tak masuk akal. "Aku mencintaimu." "Kau gila? Aku seorang pria, mana mungkin aku bisa bersama seorang pria juga huh?" "Aku tak peduli, kau hanya milikku." "Argh aku akan gila jika bersamamu bajingan" "Oh ya? Tapi kau mencintai bajingan ini bukan?" "Dalam mimipi mu" PERINGATAN!!!! Ini cerita homo/gay. Bagi yang merasa tidak suka atau tidak nyaman dengan cerita ini, lebih baik tidak perlu dibaca. Karena akan menimbulkan konflik yang tidak diinginkan. Mohon bantuannya🙏🏼. Selamat membaca👉🏼📖👈🏼. Sekian dari saya dan terima kasih.
All Rights Reserved
#346
lgbt
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hurt To Love You
  • Bully
  • ALZA (Aldi ♡ Eza) || END ✓
  • Lubang Idaman Season 3 ✔️
  • WAY BACK INTO YOU (Completed) ✓
  • NIKMATNYA PACAR TEMAN SENDIRI
  • Dude, I'm Gay (TRUE STORY) (17+)
  • YOURS ONLY (Completed) ✓

Mpreg Gay story Homophobic ? Gak usah baca ! Highest rank #122 in romance •-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-• "Bagaimana kalau terjadi apa-apa denganku ? Apa kau masih mau denganku ?" Ucapku dengan pelan. Aku berusaha menatap tepat dimatanya. "Tentu saja aku akan menerimamu." Aku tersenyum mendengar jawabannya. Semoga ucapannya benar. "Ba-bagaimana jika aku hamil ?" Ucapku gugup sambil kuelus perutku yang masih rata. "Hamil ? Hahaha kau seorang pria." Apa di tak percaya padaku ? "Aku serius. A-aku hamil." Kuserahkan sebuah map padanya. Itu adalah sebuah bukti yang sangat kuat. "Kau gila ! Aneh ! Tidak mungkin kau... argh ! Bagaimana bisa ?!" Dia membanting map yang kuserahkan padanya. Dia pergi. Meninggalkanku dengan hati yang cukup sakit. Ternyata benar. Ucapannya barusan salah. Dia tidak menerimaku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines