"Bagiku, kamu adalah sebuah gelegak renjana yang datang dari segerai angin yang berembus mesra, meniupkan sebuah nama, lalu pergi seperti kelopak bunga yang berguguran di musim semi. Satu persatu kelopak bunga itu jatuh sebagai air mata yang meneteskan lara. Dan siapapun tahu, itu adalah pertanda bahwa perpisahan baru saja dimulai."
Todos los derechos reservados