Imam terbaikku

Imam terbaikku

  • WpView
    Reads 135
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 19, 2019
Sasha Putri Zainab seorang siswa di SMA Internasional kelas XI IPA 1. ia seorang wanita yang terkenal Sholehah serta berprestasi di sekolahnya, sehingga banyak laki-laki yang ingin jadi pacarnya, dengan terang-terangan ia menolak cinta itu dengan alasan "didalam Islam gak boleh pacaran". . ternyata tanpa diketahui siapapun ia diam-diam mencintai kakak kelasnya Zidan Devan El Givan. Cowok yang punya status sebagai ketua rohis dan terkenal dengan kesholehannya. Sehingga banyak pula wanita yang tergila-gila pada Zidan, bahkan ada yang sampai terobsesi. . . Akankah cintanya itu berbuah manis atau malah sebaliknya berbuah pahit? . . Baca kisah mereka selanjutnya ya. di cerita IMAM TERBAIKKU. maaf bila ada kesamaan nama, tempat, dan waktu.
All Rights Reserved
#570
religius
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rohis Love Location #WATTYS2019
  • The Colour of Zahra's Life [TERBIT]
  • cinta tulus arka
  • Izinkan Aku Menghalalkanmu [END]
  • Tiada Cinta Di SMK [END] | SUDAH REVISI
  • Kekasih Yang Tertunda
  • Tahajjud Cinta [END]
  • Zivanna

Pria itu tampak tersenyum tipis. "Aku tidak tahu, tapi aku sungguh tidak menyukai itu. Aku dekat denganmu hanya sebatas karena rekan kerja saja, sama seperti aku dengan Aara. Bahkan aku rasa aku lebih dekat dengan Aara. Tapi apapun alasan mereka mengatakan aku mempunyai hubungan denganmu, aku sangat berharap kalau kamu mempunyai pikiran sesuai apa yang aku harapkan. " Dia menarik napasnya panjang lalu membuangnya. "Aku harap kamu juga seperti aku. Aku menganggapmu sebagai rekan kerjaku, dan kamu pun begitu, menganggapku hanya sebagai rekan kerjamu. Jangan merasakan apapun padaku melebihi batas itu. Aku harap, kita tidak terjebak dalam rasa yang tidak seharusnya timbul, Nafsiyah." Karena cinta tak selamanya berwarna merah jambu. Adakalanya kita harus merasakan pahit dan kelamnya warna kelabu. Tapi nikmati saja, luka yang seolah tak berujung ini bisa jadi akan aku rindukan suatu saat nanti. Karena pada saat itu, setidaknya aku masih bisa bersamamu. Ilyasa Khalifatul Kahfi

More details
WpActionLinkContent Guidelines